Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Tuesday, March 20, 2018

Pulang? Belum Tentu Deritamu Hilang

   
    Sebagian orang berpendapat dan menanyakan tentang tulisan pertama. Mereka berucap, "Itu tulisan lu beneran han??, Lu beneran di gituin han??, Alah paling juga ngopas blog orang!!, Ahh paling juga gak ada yang ngeliet blog lu!!!" Dengan hati yang yakin aku akan jawab semua ini disini, "Gak ada yang perlu kalian ragukan" yang mesti kau ragukan adalah tentang orang kesayangan, apakah dia masih dengan janjinya atau malah sudah berkhianat di belakang. Coba cek sekali lagi, kali aja udah ditikung orang HAHAHAHAHAA. Maaf, aku tak akan membahas ini sekarang, aku hanya tersanjung atas pujian kalian. Sekali lagi terima kasih.


        Oiyaa aku tak akan meminta maaf  perihal anak anjing ke mantan. Aku hanya perlu berterima kasih pada Tuhan. Sebab karnanya, aku bisa membalas dendam, dengan cara jauh lebih menawan.



      
 Bogor, Jawa Barat       


         Maka orang-orang memutuskan pulang ke kampung halaman, di hari yang fitri nan suci ini. Banyak yang pulang hanya untuk  meminta maaf, ada juga yang hanya bersilahturahmi ke sanak famili atau sekedar nostalgia sewaktu kecil. Beruntungnya kamu yang masih memiliki kampung, dapat merasakan kemacetan yang amat panjang, pepohonan yang rindang, sawah yang hijau disepanjang jalan, serta sungai dan bebatuan yang begitu menenangkan. Tapi ingat!! "Pulang, Belum Tentu Deritamu Hilang" Coba baca tulisan ini sampai akhir. Aku akan membawamu pada sebuah kenangan bukan ketenangan.


         Kenyataannya pulang ke kampung halaman lebih baik ketimbang pulang ke pelukan mantan. Ya, jauh lebih baik.



       Aku juga merasakan bagaimana nikmatnya pulang, menunggu berjam-jam hanya untuk sampai ke tempat tujuan. Bukan jarak yang membuatnya kian lama ditempuh, tapi macet yang sedikit melelahkan tubuh. Sesampainya disana semua terbayarkan, di sambut dengan suka cita dengan semua warga. Ooohhh tuhan, keluarga ini seperti raja yang ke berkunjung ke desa. Rasanya sudah lama tanah ini aku tak pijak, itu yang pertama ada dibenak. Belum sempat bernostalgia, pikiran ini sudah terkesan atas sanjungan tetangga.
Mereka berujar, "Ihh sekarang cakepan, Ohhh sekarang sudah bujangan, Pinter ya bisa masuk MAN"  Hati ini menjawab yang hanya diketahui dirinya sendiri, "Cakepan apaan kalau yang dipikirkan hanya tentang mantan, Bujangan apaan yang kalau sendirian cuman mikirin kenangan, Ya benar anak MAN tapi yang dipikirkan hanya sakitnya kehilangan"


      Tidak begitu lama disana, kami memutuskan kembali di waktu petang. Tak lupa awan yang sudah menjadi oranye, menjadi saksi perpisahan. Ada rasa senang ketika kembali, karna tak begitu lama berbasa-basi. Di jalan jelas indahnya senja jadi pusat perhatian, tunggu, terlihat juga satu pasangan yang sedang bermanja-manja di bawah redupnya senja. Oohhh tuhan, ini bukan liburan, ini hanya sekedar pengingat kenangan. Dari kaca mobil terlihat, diajak ceweknya mendekat agar terasa lebih hangat, diajak cowoknya bercerita agar ada teman bicara, dipegang tangannya yang kanan agar sedikit lebih nyaman, lalu si cowok memberikan candaan agar sedikit mencairkan keadaan. Oohh tuhan, ini dejavu masa lalu. Dimana kau pernah melakukan seperti itu, menungguku, setelah bel pulang tepat dibelakang jendela samping pintu.


       Sebab dibalik kata penolakan, "Kamu terlalu baik buat aku" dari cewek. Ada kata rayuan dari cowok, "Kamu terlalu cantik buat disakitin" Alahh, nyatanya dia yang paling ahli dalam hal menyakiti.



 

       Apa kau masih ingat akan tempat itu? Tempat dimana kita selalu bertemu, berbagi cerita hanya untuk menghilangkan jenuh. Bukannya itu yang kita lakukan berulang-ulang, sampai akhirnya kau yang menghilang. Aku masih ingat ketika kau duduk di samping pintu tertawa bersamaku dulu. Sesekali menatap kearah awan, dan bercerita betapa muaknya kau akan hafalan. Bercerita tentang guru olahraga yang sering membuat kaos kakimu kena razia. Bercerita betapa senangnya kau akan warna-warni, hingga kau tuangkan semuanya ke kanvas kaligrafi. Bahkan bermain gelembung disaat hujan, hanya untuk merayakan mensiv sebulan.
Menjelang sore kau pulang, berbohong pada orang tua dengan alasan tugas kelompok ipa, padahal disana kita hanya sedang duduk berdua. Apakah kau ingat?? Oooh kau tak ingat!! Coba ingat lagi?? Tetap tak ingat!! Huuhh... seindah apapun hubungan bukan jaminan kau akan tetap diingatan.


      Sudahlah jangan bahas masa lalu.
      Toh hidup tak selalu tentang itu.
      Kau harus melangkah maju!!.
      Walau lautan akan tetap membiru.
      Senja akan tetap terlihat sendu.
      Tapi ingat!! awan tak selalu berwarna kelabu.
      Kayu tak langsung menjadi abu.
      Sama seperti rindu.
      Sesempurna apapun pacarmu yang baru.
      Kau tetap tak langsung bisa melupakan masa lalu.


    Hingga pada akhirnya kata maaf dan penyesalan terus terucap dari mulutmu. Maaf, semua itu tak lagi berlaku. Pergilah... aku sudah tak menganggapmu.





 Pamulang, 03 Juli 2017
Selamat membaca, semoga melupakan
Raihan Immadu dan semua masukan

No comments:

Post a Comment