Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Saturday, April 13, 2019

Caramelt - Chapter 14 (Anak Sial yang Lucu)

Chapter 13 (Golem dan Air)

Rumah Shelly sudah hancur berkeping-keping akibat tembakan laser dari mulut Robson. Di antara puing-puing rumahnya, masih ada beberapa ruangan yang masih utuh termasuk ruang bermain Drip dan kamar Shelly. Drip memikul Robson dan menaikkan Robson di atas ranjang Shelly.

Drip: "Beristirahatlah di sini paman. Keluarga yu akan segera kemari."





Sementara itu, di Coffee Bean Bar..

Aporna : "Huuh, mengecewakan sekali. Kita tidak bisa minum minuman buatan si bartender legendaris itu."

Bartender pengganti : "Yah, mau bagaimana lagi, Tuan Coffee Bean Bar sedang sibuk.  Sepertinya dia sedang mengantar keluarganya pergi ke suatu tempat."

Aporna : "Kapan dia bisa kembali lagi ke sini? Aku sangat ingin meminum minuman racikannya, hiks."

Kyle : "Sudah, sudah, Aporna, mungkin lain kali kita bisa bertemu dengannya lagi."

Aporna : "Oh yah, aku minta nomor teleponnya dong!"

Bartender pengganti : "Baiklah, ini dia."

Aporna : "Yess."

Kyle : "Bartender legendaris yang misterius yah? Dia mengingatkanku tentang Pasukan Perdamaian."

Aporna : "Hah? Apa yang kau maksud dengan Pasukan Perdamaian?"

Kyle : "Yah, karena kata "misterius", aku jadi keingat mereka."

Aporna : "Hooh? Begitu yah?"

Bartender pengganti : "Oh, Pasukan Perdamaian yah? Ternyata kau adalah penggila teori konspirasi yah?"

Kyle : "Sebenarnya aku bukan seorang penggila teori konspirasi. Aku hanya kebetulan tau saja."

Bartender pengganti : "Yah, sebenarnya aku juga penggila teori konspirasi. Meskipun banyak orang bilang kalau teori konspirasi itu hanya teori bohong-bohongan tapi tetap saja masih ada peluang kalau teori itu benar terjadi, kan?"

Kyle : "Ya, bisa dibilang begitu."

Aporna : "Toeri konspirasi yah? Jadi, Pasukan Perdamaian itu seperti apa?"

Kyle : "Menurut rumor yang beredar, Pasukan Perdamaian adalah sekumpulan orang yang katanya berpihak kepada keadilan dan ingin menghancurkan Rezim Pemerintah sekarang ini. Katanya, mereka akan menghukum Pemerintah suatu hari nanti atas semua kejahatan serta kebohongan mereka."

Aporna : "Wah, serem juga yah."

Bartender pengganti : "Ya, lebih buruk dari itu, ada juga rumor bahwa Tuan Mr. Coffee Bean salah satu anggota Pasukan Perdamaian itu lho."

Kyle : "Hahaha, ya, benar, aku juga pernah mendengar rumor itu. Ada-ada saja yah, seorang bartender akan menggulingkan tahta Pemerintah saat ini? Konyol sekali."


Tiba-tiba ada orang masuk ke dalam bar. Orang tersebut mengenakan topi peci putih dan masker serta sarung tangan dan celemek berkebun.

Aporna : "Hei, dia kan pedagang buah yang tadi di luar?"

Bartender pengganti : "Selamat datang, Tuan Persik. Saya siap melayani Anda."

Si Tuan Persik : "Oh, oke, aku hanya mau minum jus saja."

Bartender pengganti : "Jus apa?"

Si Tuan Persik : "Jus manggis."


Si Tuan Persik pun duduk di samping Aporna.

Si Tuan Persik : "Selamat siang."

Aporna : "Siang juga"

Kyle : "Siang."

...

Aporna : "Jadi, kau mau minum dengan masker itu?"

Kyle : "Aporna, tidak sopan mengatakan hal itu."

Si Tuan Persik : "Hahaha, maafkan aku. Maaf kalau masker ini mengganggumu, Nyonya. Di mulutku ada luka yang sangat parah. Aku tidak mau luka ini dilihat orang-orang."

Aporna : "Oh, maaf."


Si bartender pengganti pun menghidangkan jus manggis pada gelas yang berukuran sedang lalu meletakkan sedotan.

Si bartender : "Ini dia Tuan Persik, jus manggis spesial dari Kerajaan Extalia. Selamat menikmati."

Tuan Persik : "Terima kasih."

Si Tuan Persik menaruh ujung sedotan ke balik maskernya dan langsung minum beberapa teguk.

Si Tuan Persik : "Kau ingin memotong tanganku, tuan bartender?"

Si bartender : "Tentu saja, masuklah ke ruangan yang di sana."

Aporna : "Memotong tangan? Apa maksudnya?"

Kyle : "Hmm, mungkin semacam kode. Baiklah, mungkin aku akan mencoba kode itu. Tuan bartender, aku juga ingin memotong tanganku."

Si bartender : "Kalau begitu, buah apa?"

Kyle : "Buah apa? Apa maksudmu? Sejenis kata sandi kah?"

Si bartender : "Kalau begitu, kau tidak boleh memotong tanganmu. Terima kasih."

Aporna : "Sepertinya gagal yah. Mungkin si Tuan Persik adalah pelanggan VIP sehingga diberi semacam layanan khusus?"

Kyle : Entahlah.


Sementara itu, di depan rumah Shelly yang sudah hancur.

Inteo : "Akhirnya aku sampai juga."

Inteo langsung mendekati pintu kamar Shelly lalu mengetuk pintu.

Inteo : "Halo, kak, paman, kalian di dalam?"

Drip : "Drihihi, sepertinya keponakan yu sudah datang yah?", katanya terhadap Robson yang sedang pingsan.

Drip : "Pintunya tidak dikunci, silakan dibuka."

Inteo : "Baiklah, kak. Permisi."

Inteo langsung membuka pintu.

Inteo : "(Oh, jadi ini Drip si air? Seberapa kuatkah dia sampai mengalahkan Robi?)"

Inteo : "Hei, apa yang terjadi pada Paman Robi? Paman, paman, bangun! (Bangun, sialan, kenapa kau bisa kalah dengan bocah ini?)"

Drip : "Maaf, tadi baru saja aing melakukan kesalahan, jadinya paman yu tenggelam, Drihihi. Untung saja dia hanya pingsan."

Inteo : "Hooh? Begitu yah? Kakak, pasti punya kekuatan super sehingga bisa mengalahkan Paman Robi."

Drip : "Yap, tentu saja, aing adalah manusia air. Tubuh aing bisa berubah menjadi air dan bisa menghasilkan air yang banyak, drihihi."

Inteo : "(Dasar bodoh, menjelaskan kekuatannya padaku hehe)"

Drip : "Hei, kenapa yu tertawa? Apa ada yang lucu."

Inteo : "Tiddak, kak. Aku hanya senang saja, ternyata kakak keren yah, hehe."

Drip : "Iya, dong, drihihi."

Inteo : "Kakak, kuat sekali yah. Pasti gak punya kelemahan yah?"

Drip : "Eh, sebenarnya aing punya kelemahan."

Inteo : *Tersenyum sinis dalam sekejap* "(Bagus, bagus, ternyata ini mudah)"

Drip : "Aing lemah terhadap panas ataupun sengatan listrik."

Inteo : "Hooh, begitu yah kak? Tapi kakak masih bisa menghindar buat mengatasinya yah? (Hehehe, mudah sekali, kebetulan aku membawa stun gun, tinggal tunggu Robi bangun. Untung saja, dia tidak sejahat seperti penjahat lain karena dia hanya penjahat bodoh saja. Yang harus kulakukan sekarang adalah menggunakan keimutanku sebagai anak kecil dan memasang wajah polos tidak bersalah, kemudian langsung melakukan serangan kejutan.)"

Drip : "Ya, tentu saja, aing kan lincah. Oh yah, selagi menunggu pamanmu bangun, bagaimana kalau kita main game dulu."

Inteo : "Wah, asyik. (Si Robi sialan, kenapa kau tidak bangun juga? Kalau begitu akan tinggal kan kertas pesan kecil di tanganmu.)"

Drip : "Ayo!!"

Bersambung...

Chapter 15 (Bermain Bersama Kakak Drip)


No comments:

Post a Comment