Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Saturday, December 28, 2019

Perjalanan Akal : Episode 1 (Apakah Aku Ada?)

Kosong, kosong, kosong. Tiba-tiba aku ada di sini. Hei, kenapa aku bisa berkata-kata? Aku bahkan bisa berkata-kata di dalam hati. Hati? Apa itu? Kenapa seolah-olah aku bisa mendengar suara yah? Aneh sekali.



Sensasi ini, entah kenapa sensasi ini terasa nyata. Hmm, kenyataan? Aku mulai ragu pada kenyataan.

Sensasi pertama, aku bisa melakukan sesuatu yang kekunal dengan nama penglihatan. Aku bisa merasakan sensasi keberadaan cahaya yang mungkin terpantul pada materi yang ada.

Sensasi kedua, aku bisa merasakan sesuatu yang kukenal dengan pendengaran. Aku bisa merasakan sensasi keberadaan getaran gelombang bahkan suatu waktu gelombang tersebut seolah-olah berisi kata.

Sensasi? Mungkin cuma itu yang bisa aku jadikan patokan kebenaran. Namun, apakah aku harus percaya dengan sensasi ini? Mungkin tidak mengapa kalau aku percaya dengan sensasi ini.

Aah, aku merasakan hembusan angin sepoi-sepoi menyentuh kulitku. Terbaring di atas ayunan aku menyadari bahwa selama ini aku sedang berpikir.

Tunggu sebentar, apakah aku memang sedang berpikir? Lebih jauh lagi...

APAKAH AKU ADA??

Ah sial, sensasi yang membingungkan. Baiklah, untuk membuktikan diriku ada, aku harus menganalisa dan memikirkan semua informasi yang ada. Apa yang bisa kulakukan? Yang pertama, aku bisa merasakan sensasi yang entah datang dari mana dan entah kenapa bisa ada. Yang kedua, aku bisa berpikir.

Aku bisa berpikir dan membuat pikiran tapi bisa saja pikiran ini hanya ilusi belaka, sama dengan persepsi sensasi yang kurasakan. Bisa saja ada makhluk supranatural di luar sana seperti iblis yang membuat aku merasa seolah-olah aku berpikir. Apa itu artinya...

Pikiran itu tidak ada??

Kalau memang pikiran itu tidak ada, pikiran bahwa "pikiran tidak ada" juga hanya merupakan pikiran. Kalau memang pikiran hanyalah hasil tipuan belaka, maka pikiran bahwa "pikiran tidak ada" juga merupakan suatu tipuan. Itu artinya pikiran memang harus ada.


Pikiran itu ada!

Aku sadar bahwa pikiran itu ada. Akan tetapi, apakah benar aku ada? Kalau aku tidak ada, terus siapakah yang berpikir ini? Apakah si iblis tadi? Kalau begitu, si iblis telah menipu dirinya sendiri. Mana mungkin dia mau menipu dirinya sendiri. Itu artinya akulah yang melakukan proses pemikiran. Akulah yang berpikir. Pikiran ada, ada yang berpikir, dan yang berpikir adalah aku.  Kalau begitu...

AKU ADA!!

No comments:

Post a Comment