Sebelum membaca novel ini, sangat disarankan untuk membaca chapter sebelumnya terlebih dahulu.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Start Point
Ruangan langsung menjadi ramai, para peserta bersorak karena semangat
mencoba game yang sangat canggih ini. Semuanya bersorak, bahkan Zaki.
Terkecuali aku, sejak awal aku memang tak berniat untuk memenangkan turnamen
ini. Disaat mereka bersorak, aku lebih memilih untuk memilih sofa dan bersiap
untuk bermain. Saat dalam perjalanan, aku tak sengaja melihat Sindy dengan
fokusnya yang tak biasa.
Fokus yang sama dengan yang dia keluarkan saat aku menabraknya. Dia
berjalan lurus menuju sebuah sofa dengan tatapan dingin nan fokusnya. Fokus
yang dimilikinya, adalah fokus yang paling tinggi yang pernah kulihat. Tak lama
setelah aku duduk, para peserta lainnya perlahan mulai melangkahkan kakinya
menuju kesofanya masing-masing. Aku merileksasikan tubuhku ke sofa sama seperti
apa yang dilakukan oleh Dinda, lalu aku mengscan jariku telunjukku. Pada
awalnya kukira tak berfungsi, sampai tiba-tiba rasa kantuk yang amat sangat
membuatku tak kuasa membuka mataku.
“Dimana ini?” Aku membuka kembali mataku. Kusadari, aku sudah berada di
tempat yang berbeda. Aku berada di sofa yang sama, namun pakaianku berubah
menjadi berwarna putih, dan aku berada di suatu ruangan berwarna putih dengan
seorang pria dan wanita berjubah berdiri dihadapanku. Sebuah ruangan putih
kosong tanpa benda apapun selain sebuah sofa dan kami bertiga.
“Dimo Ramadhan, laki-laki, dan berumur 15 tahun. Silahkan pilih job, dan
desain avatarmu!” Tak lama setelah wanita berjubah itu berkata, muncul 7 tabel
disebelahnya. Setiap tabel mewakili 7 job yang ada dengan kemampuannya
masing-masing. Yaitu Archer, Gunner, Knight, Sword Master, Witch/Wizard,
Alchemist dan Healer. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku tak berniat untuk
menang dalam game ini, jadi kurasa aku akan asal memilih job.
“Apa saja, terserah kalian. Namun untuk penampilan, aku ingin tak banyak
yang diubah dari penampilan asliku.” Tak lama, tubuhku mulai bercahaya. Saat
cahaya itu padam, rambutku sudah sedikit berubah, dan pakaianku juga berubah.
Sekarang aku memakai sebuah jaket berwarna hitam dengan sedikit warna oranye
sebagai motifnya.
“Selamat, anda sudah terdaftar sebagai Sword and Gun Master dan sebentar
lagi anda akan dipindahkan ke lokasi turnamen yang sebenarnya.” Kata Pria
berjubah.
“Tunggu dulu, apa itu Sword and Gun Master? Job itu tidak ada di dalam
daftar. Tunggu.....”
Ruangan putih mulai bercahaya, Pria dan Wanita berjubah itu mulai
menghilang dibalik cahaya yang mulai menyilaukan mataku. Sampai pada akhirnya
cahaya itu sepenuhnya menghalangi penglihatanku. Saat cahaya itu menghilang,
aku menyadari bahwa aku sudah berada di tengah hutan. Sofa yang kududuki mulai
menghilang tak lama setelah aku bangun darinya.
“Sebenarnya, apa yang terjadi? Apakah jobku ini sebuah bug?”
