Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Saturday, March 26, 2016

Isim Isyarah Bagian 2

Hai semua ^_^ Hampir 2 bulan mimin gak posting soal Bahasa Arab padahal harus ngelanjutin part sebelumnya. Ya itulah konsekuensinya posting dengan metode random. Nah, lanjutan dari part 1 isim isyarah, kali ini mimin bakal ngebahas isim isyarah untuk menunjukkan benda jamak atau lebih dari 2. Nah, bagaimanakah isim isyarah untuk kata benda jamak? Apakah mirip sama yang mufrad sama mutsanna? Cekidot.






Nah, mari kita mulai. Dalam Bahasa Arab (dan mungkin ente semua udah pada tau), kata benda dibagi menjadi 3, yakni benda tunggal a.k.a mufrad, benda dobel a.k.a mutsanna, sama benda yang banyak (lebih dari dua) a.k.a jamak. Di post sebelumnya, mimin udah kasih tau isim isyarah buat yang mufrad sama mutsanna. Nah, terus gimana dengan yang jamak? Apakah cara menggunakannya gampang? Ya, enggaklah, gak segampang main ping pong (eh main ping pong gampang kan?). Nah, isim isyarah buat jamak dibagi menjadi dua yakni:
-Untuk benda yang tidak berakal
-Untuk benda yang berakal

Nah, kenapa bisa gitu? Mimin juga kagak tau. Oke, gimana cara ngebedain isim yang berakal sama yang nggak? Gampang, ketahui dulu arti dari isim atau kata benda tersebut, terus ente bisa tau deh apakah ia berakal atau nggak. Contoh yang berakal adalah manusia (إِنْسَان), dokter ( طَبِيْبٌ/طَبِيْبَة), pelajar (طَالِب / طَالِبَة), polisi(شُرْطِيّ / شُرْطِيَّة), dan perempuan (كِتَابٌ). Sedangkan yang gak berakal adalah buku (كِتَابٌ), meja (مَكْتَبٌ), ayam (دِيك), dan pulpen (قَلَم). Setelah melihat contoh-contoh tersebut ente bisa ngebedain mana yang berakal sama yang nggak, kan?

Nah, mari kita mulai dari isim yang tidak berakal.

Untuk isim jamak yang tidak berakal, isimnya dianggap kayak mufrad muannats baik yang jamak muzakkar maupun jamak muannats. Semuanya dianggap mufrad muannats sehingga  masih menggunakan هَذِهِ untuk dekat sama تِلْكَ untuk jauh. Kenapa? Hmm, mungkin filosofinya kayak gini, "perempuan itu sukanya ngumpul-ngumpul, jadinya semua benda yang gak berakal dan jumlahnya banyak dianggap perempuan". Yasudah, ini contohnya

Ini buku-buku = هَذِهِ كُتُبٌ
Itu pintu-pintu = تِلْكَ اَبْوَابٌ
Ini bunga-bunga = هَذِهِ زُهُوُرٌ
Terus, bagaimana buat yang berakal? apakah menggunakan هَذَا sama ذَلِكَ ? Ya, enggaklah, logikanya bukan kayak gitu. Ini beda banget, sumpah! Nah, untuk isim jamak berakal baik yang mudzakkar maupun muannats, isim isyarahnya sama, yakni:
Untuk jauh أُولَئِكَ  (Ingat! لَ-nya dibaca panjang)
Untuk dekat هَؤُلاَءِ (Ingat! هَ-nya dibaca panjang)

Nah, sekarang waktunya contoh (ini yang bikin males, ngetik arab):
Ini pelajar-pelajar (laki-laki) =    هَؤُلاَءطُلَّابٌ
Itu dokter-dokter (laki-laki) = أُولَئِكَ أَطِبَّاءُ
Itu guru-guru (perempuan) =   أُولَئِكَ المُدَرِسَاتٌ
Ini murid-murid (perempuan) =  هَؤُلاَءالطَالِبَاتٌ
Okedeh, selesai, fyuh, capek juga, semoga postingan ini bermanfaat sori kalo gak rapi tulisannya, dan tentu saja mimin gak bakal batalin ataupun berhenti mosting tentang bahasa arab. Jadi, mimin mungkin bakal ngelanjutin postingan Bahasa Arab. Tunggu postingan berikutnya yah. Skian and goodbye V(^_^)

Jangan lupa juga
Baca tentang cara menjadi pintar
Baca tentang pertumbuhan ekonomi
Baca tentang Shelly si putri duyung

No comments:

Post a Comment