Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Tuesday, February 2, 2016

Isim Isyarah Bagian 1

Hai semua ^_^ Hari ini mimin bakal ngajarin lagi tentang salah satu bahasa terserem di dunia, Bahasa Arab. Yang dimaksud serem disini karena memang Bahasa Arab itu rada susah tapi ada gampangnya. Entah yang benar yang mana tapi hal inilah yang menjadi sebuah misteri dan tentu saja serem. Sekarang ini ane bakal ngebahas tentang isim isyarah. Apakah isim isyarah itu? Minta izin ke kamar mandi? Bukan, ini isim bukan izin. Kalo begitu yasudah, cekidot.






"Ini buku, ini polpen, itu kertas, itu burung" adalah kata-kata yang sangat mainstream dalam pelajaran Bahasa Indonesia anak SD-an. "Ini" dan "Itu" merupakan kata tunjuk dalam Bahasa Indonesia. Bagaimana dengan Bahasa Arab? Tentu saja, semua bahasa pasti punya kata tunjuk. Dalam Bahasa Arab, kata tunjuk ini disebut isim isyarah. Apa saja kata tunjuk dalam Bahasa Arab? Cekidot.

Isim Isyarah dalam Bahasa Arab menurut jarak dengan suatu benda, dibagi menjadi 2 yakni isim isyarah lil qariib (untuk benda yang dekat atau tersentuh dengan tubuh) yang kalo dalam Bahasa Indonesia adalah kata "ini" dan isim isyarah lil ba'iid (untuk benda yang jauh) yang kalo dalam Bahasa Indonesia adalah kata "itu". Isim Isyarah juga dibagi menjadi dua berdasarkan jenis kelamin benda yakni untuk mudzakkar dan untuk muannats. Isim Isyarah juga dibagi tiga berdasarkan jumlah benda yakni untuk mufrad (benda tunggal), mutsanna (dua benda), dan jamak (banyak benda). Dalam jamak pun masih dibagi yakni untuk berakal dan tidak berakal. Inilah yang membuat susah Bahasa Arab karena terlalu kayanya kata-kata dan punya lebih banyak kaidah dari bahasa lain. Yasudah, ente harus terima. Kalo lupa ente bisa nyontek disini lagi.


Oke biar gampang, ane kasih tau yang tunggal aja dulu:
1. Untuk yang dekat atau lil qariib yakni kata هَذَا (huruf هَ-nya dibaca panjang walau gak ada tanda panjang) yang berarti "ini"
2. Untuk yang jauh atau lil ba'iid yakni kata ذَلِكَ (huruf ذَ-nya dibaca panjang walau gak ada tanda panjang) yang berarti "itu"

Untuk muannats atau benda berjenis kelamin perempuan
هَذَا menjadi هَذِهِ (huruf هَ-nya dibaca panjang walau gak ada tanda panjang)
ذَلِكَ menjadi  تِلْكَ (baca seperti biasa, huruf تِ-nya tetap dibaca pendek)
Contoh :

Ini Buku = هَذَا كِتَابٌ
Ini Perpustakaan = هَذِهِ مَكْتَبَةٌ
Itu Meja = ذَالِكَ مَكْتَبٌ
Itu Mistar = تِلْكَ مِسْطَرَةٌ
Nah, itu untuk mufrad atau kata tunggal. Terus gimana buat Mutsanna atau dua?

هَذَا berubah menjadi هَذَانِ
هَذِهِ berubah menjadi هَتَانِ
ذَالِكَ berubah menjadi ذَانِكَ
تِلْكَ berubah menjadi تَانِكَ
Ingat! huruf هَ dan ذَ di depan tetap dibaca panjang walau gak ada tanda panjang separti alif atau fathah berdiri!

Contoh

Ini Dua Buku = هَذَانِ كِتَابَانِ
Ini Dua Perpustakaan = هَتَانِ مَكْتَبَتَانِ
Itu Dua Meja = ذَانِكَ مَكْتَبَانِ
Itu Dua Mistar =  تَانِكَ مِسْطَرَتَانِ
Nah, untuk jamak. Bakal dijejasin di bagian 2 XD hehe. Ane capek, plus gak lancar ngetik arab, sori ajalah. Tambah lagi buat gedein font sama warnain. Capek deh. Jadi, ane bagi jadi dua bagian aja, okey? (Bagian 2 udah ada disini)

Sekian postingan tentang isim isyarah dari ane, hehe. Semoga bermanfaat yah. Sekian and goodbye (^_^)V

Jangan lupa juga
Baca tentang rumus mas Phyta

Baca tentang cara memperbanyak pengunjung blog

Baca tentang cara menggunakan pisau

No comments:

Post a Comment