Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Friday, February 8, 2019

Caramelt - Chapter 12 (Robson si Golem)

Chapter 11 (Kuda Hitam dan Kopi Hitam)

Di Pasar Marina yang tenang, seorang pria sedang berjalan dengan cerutu menggelantung di mulutnya.  Dia adalah Robson, salah satu anggota Justice Party.

Robson : (berkata dalam hati) "Sekarang aku harus pergi ke perumahan orang kaya."

Tiba-tiba sebuah Crab Car lewat di depannya. Crab Car adalah kepiting raksasa yang dimodifikasi menjadi kendaraan. Kedua kaki Crab Car menginjak as roda, lalu berakrobat dengan menggelindingkan roda sambil naik di atas batang roda tersebut.

Robson : (dalam hati) "Hmm, Crab Car yang mewah. Pasti tidak sembarang orang yang memilikinya."

Crab Car yang dilihat Robson sedang menuju ke perumahan orang kaya.




Sementara itu, di rumah Shelly..

Drip : "Jadi, kau mau pergi, Shelly?"

Shelly  : "Iya, aku ada urusan penting, urusan bisnis."

Drip : "Ooh, kamu mau foto-foto lagi ya?"

Shelly : "Yaiyalah, kau tau kan aku adalah model terkenal. Oh yah, tolong jaga rumah ini dengan baik yah Drip."

Drip : "Hmm, baiklah."

Shelly : "Jangan sampai rumah ini hancur yah, Drip."

Drip : "Drihihihi, sampai segitunya. Hati-hati bentar hancur beneran lho."

Sejenak kemudian, terdengar suara roda Crab Car.

Shelly : "Oh, dia sudah datang?"

Drip : "Siapa?"

Shelly : "Orang yang akan mengantarku ke pelabuhan."

Drip dan Shelly pun keluar dari rumah. Di depan rumah, ada seseorang yang menggunakan baju bartender, tak lain ia adalah Coffee Bean.

Coffee Bean : "Jadi, kau mau pergi kemana Neng Shelly?"

Shelly : "Aku ingin pergi ke Microsia, tolong bawa aku ke pelabuhan, segera."

Drip : "Shelly, hati-hati di sana yah."

Shelly : (sambil tersenyum) "Yap, tentu saja, percaya saja padaku."

Shelly langsung masuk ke dalam mulut Crab Car dan duduk di kursi belakang. Coffee Bean juga masuk dan duduk di depan sebagai pengendara.

Coffee Bean : "Oke, hari ini aku akan menjadi Chauffeur-mu, Nyonya Supermodel. Tujuannya Pelabuhan Poseidock, Mana Selatan, kan?"

Shelly : "Ya."

Coffee Bean : "Jadi, apa tujuanmu pergi ke Microsia? Apakah ada orang yang memintamu bekerja disana? Perusahaan majalahkah ataukah perusahaan busana?"

Shelly : "Sebenarnya ada hal lain yang lebih penting. Aku tidak mau Drip tau tentang ini."

Coffee Bean : "Ooh, persoalan pribadi yah."

Shelly : "Iya. Mungkin aku tidak akan kembali dalam waktu yang lama."

Coffee Bean : "Misimu memang penting. Namun, kalau kau sedang bermasalah, kamu tidak perlu khawatir, ceritakan semuanya pada Pasukan Perdamaian."

Shelly : "Hmm,  tidak masalah, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri."

Coffee Bean : "Kau ingin bertemu ibumu, kan?"


Di jalan antara Pasar Marina dan perumahan orang kaya, Robson sedang menuju ke perumahan orang kaya sambil menghisap cerutunya.

Robson : (bertanya pada tetangga Shelly) "Permisi Tuan, apakah kau pernah melihat orang ini? (sambil memperlihatkan poster buronan Drip."

Si tetangga Shelly : "Oh, Drip si air, penjahat jail itu? Yah, dia memang sering pergi ke sebelah rumahku. Sepertinya dia tinggal di situ."

Robson : (dalam hati) "Aneh sekali, orang jahat seperti dia tidak ditakuti oleh tetangga. Akan tetapi, tetap saja, dia selalu mencuri di museum, setidaknya banyak koran yang memberitakan demikian. Anehnya, kenapa polisi di kerajaan ini tampak seperti bodo amat. Apakah dia dilindungi oleh seseorang? Mungkinkah dilindungi oleh ratu kerajaan ini? Hmm."

Si tetangga Shelly : "Aku tau kau memang heran kenapa kami tidak melapor pada polisi kalau dia tinggal disini. Selama ini dia dan si wanita yang tinggal bersamanya tidak pernah mengganggu kami. Mereka juga sangat baik terhadap kami, kalau ada preman yang lewat sini, Drip si air selalu menghajarnya secara sukarela untuk melindungi kami."

Robson : "Hmm, penjahat yang baik hati yah? Apakah dia punya anak buah di sekitar sini?"

Si tetangga Shelly : "Tampaknya dia tidak punya anak buah sama sekali. Mereka hanya tinggal berdua. Oh yah, sebenarnya siapa Anda wahai pria bertubuh tinggi?"

Robson : "Hahaha, aku senang kau bertanya. Aku adalah Robson si golem, salah satu anggota Justice Party."

Si tetangga Shelly : "Justice Party? Jadi kalianlah lima orang yang senang memberantas para penjahat di setiap kerajaan?"

Robson : "Ya, benar sekali. Kali ini, target kami adalah penjahat Kerajaan Mana Bagian Utama. Salah satunya adalah Drip si air. Apakah kalian tidak keberatan kalau aku menangkapnya?"

Si tetangga Shelly : "Kalau menurutku sih tidak masalah mengingat dia adalah penjahat yang sangat merugikan. Memang benar kalau dia sangat baik terhadap tetangga. Akan tetapi, kami tidak boleh egois dan seenaknya melindungi penjahat hanya demi kepentingan kami sendiri."

Robson : "Jadi, kau yakin inikah rumahnya?"

Si tetangga Shelly : "Yah, bisa dibilang begitu, Tuan."

Robson : "Kalau begitu, tolong tutup telingamu sebentar (sambil menggigit cerutunya)."

Si tetangga Shelly : "Apa maksudmu, Tuan?"

Robson : "Tutup saja!"

Robson pun menggigit cerutunya. Kemudian, muncul sepercik cahaya kecil di ujung cerutunya. Cahaya tersebut membesar lalu membesar membentuk bola cahaya.

Si tetangga Shelly : (sambil menutup telinga) "Haahh!! Rokokmu? Menyilaukan?"

"Tiit.. tiit... tiit..", bunyi rokok tersebut. Tiba-tiba laserbeam besar keluar dari ujung cerutu tersebut. Tembakan laserbeam tersebut mengenai rumah Shelly. Rumah Shelly pun hancur lebur sebagian. Sementara itu, Drip sedang berada di dalamnya sambil bermain video game. Kebetulan, ruangan tempat Drip bermain tidak terkena serangan beam tersebut.

Drip : "Heh? Suara ribut apa itu? Hah?! Apa yang terjadi? (sambil melihat puing-puing sebagian rumah Shelly yang hancur lebur)."

Drip : "Tidak mungkin! Rumah ini benar-benar hancur?! Shelly pasti akan marah padaku."

Robson pun melihat Drip keluar dari ruangan bermainnya.

Robson : "Hahaha, akhirnya ketemu juga. Ini waktunya bertarung."

Bersambung...

Chapter 13 (Golem dan Air)

No comments:

Post a Comment