Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Monday, May 25, 2020

Kanokis - Tata Kalimat


Halo semua ^_^ aye Admin K. Selamat datang di KnK Land. Kali ini, aye bakal ngelanjutin proyek bahasa Kanoka atau Kanokis yang udah lama gak dilanjut. Kali ini, aye akan membahas tentang tata kalimat. Dalam bahasa Indonesia, tentu kalian sudah mengenal tentang penyusun-penyusun kalimat seperti subjek, predikat, objek maupun keterangan. Nah, seperti bahasa pada umumnya, bahasa Kanoka juga seperti itu.



Dalam bahasa Kanoka, ada yang dinamakan "blatat". Apa itu "blatat"? Blatat adalah subjek dalam kalimat. Kata "blatat" berasal dari kata "blat" yang artinya "cerita". Nah, secara harfiah, "blatat" adalah "sesuatu yang dibicarakan" atau tokoh utama dalam kalimat entah itu orang, hewan, ataupun benda.

Selain "blatat", ada juga yang dinamakan "ayawingar" yakni predikat dan "blatatdi" yakni objek. Adapun keterangan biasa disebut "rafar". Tata bahasa Kanoka sama seperti bahasa Indonesia yakni

Blatat (Subjek) + Ayawingar (Predikat) + Blatatdi (Objek)

beserta keterangan yang bisa ditambah di depan atau belakang. Blatat bisa berupa kata benda, frasa nomina, atau klausa. Ayawingar bisa berupa kata kerja, kata sifat, atau frasa verba. Blatatdi sama seperti Blatat, bisa kata benda, nomina atau klausa.

Kalimat paling sederhana yang bisa dibuat dengan bahasa Kanoka adalah kalimat yang hanya terdiri dari blatat dan ayawingar.

Contoh:
La niar dreng oing. (Kucing itu sedang berkeliling.)

Contoh kalimat di atas hanya terdiri dari blatat (subjek) yang berupa frasa nomina "la niar" dan ayawingar (predikat) yang berupa frasa verba "dreng oing".

Mudah bukan? Mirip dengan bahasa Indonesia, urutannya adalah subjek lalu lanjut dengan predikat.

Kalau begitu, mari kita lanjut ke contoh berikutnya. Dengan melihat beberapa contoh, maka akan langsung paham mengenai tata bahasa Kanoka ini. Warna menunjukkan korespondensi arti kata per kata.

La wahadar tikting wahad. (Pohon itu menghasilkan buah.)
Derby aming nanaba krakamat. (Derby memakan keripik pisang.)

Yak, gitu aja contohnya. Mungkin kalian bingung, kok contohnya gak ada yang pake rafar (keterangan). Sebenarnya, untuk menambahkan keterangan ada kerumitan tersendiri dalam bahasa ini. Oleh karena itu, nanti mengengai rafar atau keterangan akan dibahas di postingan tersendiri.

Baiklah, cukup sekian postingan dari aye mengenai grammar bahasa Kanoka. Aye harap bisa bermanfaat, waawoakok. Kalau bingung atau mau memberikan masukan, silakan sampaikan di kolom komentar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Babai~ \(0_0)/



Jangan lupa juga, kalau mau sewa printer kunjungi disini.

No comments:

Post a Comment