Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.




Monday, January 15, 2024

Panduan Cara Mempercepat Loading Blog / Website Anda

Seperti yang kita tahu bahwa kecepatan loading website menjadi salah satu pertimbangan bagi mesin pencari untuk menentukan peringkat sebuah situs web atau blog. Di internet sudah ada banyak yang memposting tutorial cara mempercepat ataupun meringankan loading website dan silahkan kamu dapat menerapkan kesemua cara tersebut. Saya cenderung lebih suka menerapkan beberapa hal yang memang bisa memberikan dampak kecepatan loading website secara signifikan. Saya pribadi pun sudah menerapkan sekian banyak tips dan trik yang saya temukan di internet. Namun saya rasa tidak kesemua cara tersebut memberikan dampak yang signifikan. Intinya semakin kecil jumlah data yang di load oleh website maka loadingnya akan semakin cepat.. Jadi, wajib bagi kamu untuk membuat halaman web beserta konten yang ringan seperti gambar yang di kompres.


Ini adalah tulisan hasil curry dari tulisan Bro Henri di link yang sudah tidak tersedia berikut:

http://henri.id/cara-mempercepat-loading-website-blog-anda/


Performa server hosting

Jangan terlalu berharap mendapatkan loading web yang ringan jika hosting yang kamu gunakan memiliki spesifikasi yang minim. Performa server hosting sangat sangat dan sangat mempengaruhi kecepatan loading website. Jika saya pribadi dengan pertimbangan harga, lebih baik menggunakan VPS karena performanya lebih baik dari shared hosting.. Untuk website kecil dengan trafik ribuan visitor perhari menggunakan VPS dengan 1 CPU dan 1 GB RAM sudah cukup. Rata – rata biayanya 10$ perbulan atau lebih baik lagi bisa pilih yang dedicated CPU untuk performa yang lebih prima. Jika mau kamu bisa menggunakan dedicated server, dijamin loading website kamu bakalan sangat kenceng dengan biaya perbulan sekitar 1 hingga 2 juta. Gunakan Nginx atau Litespeed web server Jika ingin menggunakan shared hosting sebaiknya pilih yang menggunakan teknologi Litespeed karena performanya lebih baik dari shared hosting yang masih menggunakan Apache. Sementara di VPS sebaiknya menggunakan Nginx web server yang performanya cukup baik, ringan dan hemat sumber daya.

Template blog / website

Sebaiknya gunakan template website yang clean dan responsif, karena template tersebut memiliki time load dan size load yang lebih kecil sehingga akan tetap responsif meskipun akses internet pengguna sedang lambat karena data yang diminta kecil. Sebagai salah satu acuan kamu dapat menggunakan tools seperti GTMetrix.com untuk mengetahui seberapa baik theme tersebut. Namun perlu kamu ketahui bahwa poin yang diberikan GTMetrix adalah kombinasi dari keseluruhan elemen website jadi tidak hanya theme saja.

Penggunaan CDN

CDN adalah Content Delivery Network jadi semacam jaringan pengiriman konten website menggunakan server paling dekat dengan pengunjung website. Jadi misal kamu punya hosting server di USA, dengan penggunaan CDN maka konten akan di ambil dari server CDN terdekat misal di Singapore.

CDN menyimpan cache website kamu sehingga akses lebih cepat, sekaligus juga meningkatkan keamanan website. Kamu dapat menggunakan layanan CDN gratis atau berbayar, yang gratis seperti di CloudFlare dan saya sendiri juga pakai. Tambahan lainnya :

  • gunakan plugin Cache seperti W3 Total Cache dan optimalkan database menggunakan Wp Optimize di WordPress
  • kompres gambar jika memungkinkan, bisa menggunakan tools online seperti TinyPNG.com
  • kurangi JavaScript tracking pihak ketiga seperti WhosAmuof;ong, Histats atau Google Analytics, jika dirasa penting gunakan salah satu saja
  • Kurangi jumlah iklan, banner, animasi / flash, kode HTML / JavaScript, widget dengan tautan keluar dan sebagainya
Dari beberapa tips diatas, yang seharusnya paling di perhatikan adalah di performa server. Jadi meskipun blog atau website kamu memiliki theme yang tidak SEO, banyak iklan dan lain sebagainya tetap saja loadingnya bisa kenceng.

1 comment:

  1. Sebaiknya gunakan template website yang clean dan responsif, karena template tersebut memiliki time load dan size load yang lebih kecil sehingga akan tetap responsif meskipun akses internet pengguna sedang lambat karena data yang diminta kecil. Sebagai salah satu acuan kamu dapat menggunakan tools seperti GTMetrix.com untuk mengetahui seberapa baik theme tersebut. Namun perlu kamu ketahui bahwa poin yang diberikan GTMetrix adalah kombinasi dari keseluruhan elemen website jadi tidak hanya theme saja.

    ReplyDelete