Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Monday, February 3, 2020

Perjalanan Akal : Episode 2 (Nama)

Coretan Nama
Dahulu kala hiduplah bangsa api dan bangsa cahaya. Mereka hidup berdampingan di dataran tinggi Varhanna. Kedua bangsa sama-sama menyembah dewa yang sama. Dewa itu bernama Jeuz Horg Wakana Hola.




Suatu ketika Sang Dewa mengwahyukan kepada bangsa cahaya mengenai ciptaan barunya. Bangsa cahaya berpikir kalau ciptaan baru itu dapat membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Akan tetapi, kuasa Sang Dewa selalu mutlak.

Tak lama kemudian, lahirlah bangsa tanah pertama, ia bernama Alpha. Alpha juga mempunyai seorang istri yang benama Beta. Alpha diajarkan nama dari berbagai macam benda yang ada di alam semesta baik di dataran tinggi Varhanna maupun dataran rendah Gardha.

Kisah di atas hanyalah dongeng karangan seorang penulis belaka. Apabila ada kemiripan cerita, tentu saja, itu memang disengaja agar lebih familiar.

Halo, ini aku.

Kau ingat aku? Ya, aku adalah orang yang krisis eksistensi di Episode 1. Ku harap kalian membacanya juga. Perkenalkan namaku... hmm.. apakah aku punya nama? Yasudahlah, lupakan saja dulu. Sambil berpikir apa namaku, mari kita bahas tentang masa kecil kita.

Saat aku masih kecil, aku hanya bisa gugaguga gugaguga kalau berbicara. Ya, bisa dibilang gak bisa bicara. Aktivitasku saat itu hanya makan, minum, buang air, menangis, teriak, melihat, merasakan sentuhan, dan hal-hal kebayian lainnya.

Pada saat itu, aku mengenal seonggok daging. Daging besar yang mirip sepertiku. Kalian bisa menyebutnya ibu, ayah, pengasuh, wali, atau pengurus panti asuhan tapi aku biasa memanggilnya "Mapa".

Saat itu aku tidak mengenal huruf-huruf, aku bahkan tidak tahu namaku. Aku hanya bisa diatur-atur oleh orang yang mengasuhku. Selain Mapa, ada juga orang-orang lain yang turut serta terlibat dalam hidupku. Mungkin, karena aku beruntung, aku tidak dibunuh atau ditelantarkan sehingga aku bisa tumbuh sebesar ini.

Saat kecil, aku tidak tahu apa-apa, aku tidak tahu kata, aku tidak tahu nama. Karena aku tidak tuli, aku sering mendengar suara yang keluar dari salah satu lubang Mapa dan orang sekitar. Terkadang, mereka menghadapkan lubang yang disebut mulut itu ke hadapanku lalu menembakkan suara ke wajahku. Sebagian suara itu masuk ke telingaku.

"Itu namanya pohon."


"Warna apa ini? Warna biru."


"Ciluukba."

Kasian ditinggalin pergi sama Mapa.

Itu namanya ikan. Iiii kaann.

Ayok jalan, jalan, wah pintar.

Buka mulutnya, pesawat mau masuk, bruumm.

Perkenalkan, namaku...



Memberikan nama adalah kemampuan hebat umat manusia. Nama memberikan keunikan pada suatu benda. Nama bisa menunjukkan persamaan dan perbedaan sesuatu. Nama bisa menjadi alat untuk memanggil seseorang. Nama bisa memberikan petunjuk atas sifat suatu objek. Nama membuat kalimat bermakna. Saat ada sesuatu, kita definisikan nama untuknya.

Salam kenal, namaku adalah Omega.



<<Episode 1

No comments:

Post a Comment