Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Saturday, March 24, 2018

Bilangan Negatif Antara Ada dan Tiada

Hai hai semua . Ketemu lagi sama aing, Admin K yang paling kece lagi menawan . Tentu saja, masih di blog kesayangan qta yang cerah ini, KnK Land. Bicara soal bilangan negatif, tentu qta bertanya2 apakah bilangan negatif itu nyata di kehidupan nyata? Ataukah bilangan negatif itu hanyalah imajinasi? Apa sih gunanaya bilangan negatif? Kali ini, aing bakal ngebahas tentang bilangan negatif. Langsung saja qta cekidoot .







Dalam berhitung, tentu qta bisa menghitung benda dari 1, 2, 3, dst. Semua benda bisa qta hitung dan dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan asli yakni bilangan bulat positif. Kalo benda itu tidak ada, qta bisa katakan kalo jumlah benda tersebut adalah 0. Lalu, apakah ada benda yang jumlahnya negatif? 1 buah apel, 2 buah apel, 3 buah apel, dst itu bisa ada di kehidupan nyata. Selain itu, qta juga bisa mengatakan jumlah benda dalam bentuk pecahan misalnya 1/2 buah apel dan 1/3 buah apel yang juga bisa ada di dunia nyata. Namun, bagaimana dengan -1 buah apel, -2 buah apel, dst? Apakah ada benda yang jumlahnya negatif?

Yap, tidak ada satupun materi yang jumlahnya negatif di dunia ini. Lalu, kenapa dalam matematika bisa ada yang namanya bilangan negatif? Ini karena matematika bukan hanya menjelaskan tentang dunia materi saja tapi juga matematika dapat membahas tentang dunia abstrak. Di dunia nyata, tidak ada satupun materi yang jumlahnya negatif tapi di dunia abstrak, qta bisa mengatakan sesuatu itu bisa bernilai negatif.

Tanda positif dan negatif itu sebenarnya adalah bagaimana cara qta menilai sesuatu. Dalam menilai sesuatu, qta perlu yang namanya acuan. Untuk melambangkan ketiadaan, qta melambangkan dengan 0 dan untuk melambangkan keberadaan qta melambangkannya dengan 1. Apabila terdapat 2 keberadaan sesuatu yang sama, qta melambangkannya dengan 2 dan seterusnya untuk keberadaan yang lebih dari 1. Selain melambangkan jumlah, suatu bilangan juga bisa melambangkan arah. Arah juga butuh suatu acuan. Jika qta menetapkan suatu arah, maka arah yang berlawanan dengan arah tersebut bernilai negatif dari arah tersebut.

Salah satu contohnya adalah pendapatan. Misalnya aing punya uang 5 ribu rupiah, terus uang aing bertambah menjadi 7 ribu rupiah berarti pendapatan aing berjumlah 2 ribu rupiah. Bagaimana kalau uang aing berubah dari 5 ribu rupiah menjadi 3 ribu rupiah? Tentu pendapatan aing tidak bernilai positif tapi bernilai negatif tepatnya bernilai -2 ribu rupiah. Qta ketahui bahwa tidak ada pendapatan yang jumlahnya negatif karena itu bukan pendapatan namanya. Besaran yang berlawanan arah dengan pendapatan adalah pengeluaran. Jadi, jika uang aing berubah dari 5 ribu rupiah menjadi 3 ribu rupiah, maka pengeluaran aing adalah 2 ribu rupiah yang merupakan negatif dari pendapatan 2 ribu rupiah.

Bukti nyata lain kalo bilangan negatif dapat digunakan dalam kehidupan nyata tapi sebenarnya hanyalah bagaimana cara qta mengukur sesuatu adalah dalam pengukuran suhu. Qta mengenal kalo ada suhu yang nilainya di bawah 0 derajat fahrenheit ataupun selsius yakni nilainya bisa negatif. Meskipun begitu, sebenarnya suhu tidak bisa bernilai negatif tapi bisa bernilai negatif dalam suatu derajat acuan. 0 derajat fahrenheit bukan berarti nilainya 0 tapi "0 derajat fahrenheit", begitupun dengan 0 derajat selsius. Ini mengakibatkan suhu di bawah 0 derajat diberikan tanda negatif meskipun suhunya bukan mutlak 0. Suhu 0 mutlak itu sebenarnya bernilai 0 Kelvin.  Satuan Kelvin sudah tidak lagi menggunakan istilah derajat lagi karena titik 0-nya sudah tepat pada suhu yang paling dingin sedingin-dinginnya dingin paling minimun dan gak ada yang lebih dingin lagi. Yap, tidak ada suhu yang negatif. Jadi, meskipun qta bisa memberikan nilai negatif tapi nilai negatif itu sendiri masih berdasarkan titik 0 derajat yang telah ditetapkan.

Contoh lain lagi adalah muatan listrik. Muatan listrik ada yang positif dan ada juga yang negatif. Sebenarnya muatan ini tidak memiliki tanda positif maupun negatif. Namun, karena muatan saling berlawanan maka dibuatlah kesepakatan bahwa salah satu muatan diberi tanda positif, adapun muatan yang menjadi lawannya diberi tanda negatif. Positif dan negatif hanyalah tanda dan negatif hanya menandakan sebagai lawan dari positif itu sendiri.

Lalu, berdasarkan contoh2 di atas, apakah dapat disimpulkan bilangan negatif itu nyata atau tidak? Sebelum menanyakan apakah bilangan negatif itu nyata, qta tanyakan dulu, apakah bilangan itu sendiri nyata? Apakah bilangan 2, 3, π, 1, 0, 1/2, dll itu nyata? Jika definisi nyata adalah berupa materi, maka bilangan itu tidak nyata karena bilangan bukanlah materi. Bilangan hanyalah sebuah konsep untuk menilai sesuatu serta membandingkan sesuatu. Terlepas dari nyata atau tidaknya bilangan, yang jelas bilangan memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan qta. Sungguh luar biasa, sesuatu yang sifatnya abstrak bisa mempengaruhi materi yang ada.

Bilangan baik itu positif maupun negatif hanyalah sesuatu yang abstrak. Bilangan tidak bisa qta sentuh, lihat, atau rasakan dengan indera. Bilangan hanya bisa qta pikirkan dan tuliskan dalam wujud lambang-lambang. Meskipun bersifat abstrak, ternyata bilangan bisa memiliki pengaruh yang besar di alam semesta ini.

Lalu, apa kesimpulannya? Apakah bilangan itu nyata? Kembali ke definisi nyata itu sendiri. Bagaimana sesuatu bisa dibilang nyata? Apakah harus berupa materi? Hmm, daripada pusing2 mikir2 ginian, mending qta biarkan begitu saja. Yang terpenting, qta sudah tau bahwa bilangan merupakan hasil dari pikiran qta, bilangan adalah bagaimana qta memberi nilai sesuatu yang ada maupun sesuatu yang qta misalkan ada. Bilangan juga punya pengaruh yang besar dalam hidup qta. So, dalam mempelajari ilmu yang ada hitung-hitungan bilangan yakni matematika, janganlah qta setres. Qta enjoy aja karena itu semua adalah permainan otak qta. Matematika itu indah kok meski kadang nyebelin.

Nah, itulah postingan aing tentang bilangan negatif. Semoga dapat memberikan qta semua sedikit pencerahan. Kalo kurang paham, yah gapapa, silahkan tanya di komeng. Kalo ada kesalahan qta, silahkan protes di komeng. Sekian, postingan dari aing. Semoga memberikan manfaat. Sampai jumpa di postingan berikutnya. Bye~

No comments:

Post a Comment