Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Wednesday, December 30, 2015

Cerita Abal - Penggembala Domba Naik Haji

Hai semua ^_^ Hari ini ane bakal share cerita ngawur buatan ane sendiri. Cerita ini emang sangat ngawur, jadi kalo ente nemuin pesan moral dibalik cerita ini maka kalian termasuk orang yang beruntung.



Dulu di sebuah desa terpencil dekat batas negeri Kamehamia, hiduplah seorang wanita cantik rupawan. Ia bernama Yoni (Maaf buat yang namanya Yoni di seluruh dunia). Ia memiliki seorang suami yang sangat senang menggembalakan dombanya. Suaminya bernama Ari. Domba mereka ada banyak, saking banyaknya mereka pun jadi tajir lalu naik haji HORE.

Tapi tidak sampai di situ ceritanya, mirip dengan sinetron Tukang Bubur Naik Haji, ceritanya masih berlanjut walau udah naik haji. Suatu hari Yoni dan suaminya, Ari mulai bosan karena terlalu kaya. Mereka pun mau melakukan sesuatu untuk bersenang-senang. Mereka mulai berteriak dengan penuh kebohongan, "Tolong! Tolong! Ada serigala! Mereka mau merkosa domba kami! Plis tolong!". Warga desa pun sontak terangsang untuk pergi ke penampungan domba mereka. Ternyata tidak ada satupun serigala disana. Para warga pun pulang sambil bawa beberapa bulu domba yang mereka curi. Tak puas, keesokan harinya Yoni dan Ari mau melakukannya lagi. Kali ini, mereka menggunakan mic yang ada di masjid. Dikira adzan, para warga yang tidak tau bahasa arab pun pergi ke masjid dengan seperangkat alat shalat dibayar tunai, sah!

Keesokan harinya lagi, Yoni dan Ari udah tobat, mereka tau kalo mereka melakukan hal itu terus menerus, nasib mereka bakal kayak yang ada di dongeng-dongeng gitu sehingga mereka pun tobat. Disaat mereka mulai berhenti dan beristighfar, serigala pun datang mengembat domba mereka satu persatu. "Sluurrp... Slurrp...", suara TV yang menampilkan iklan mie instan pun terdengar di ruang keluarga. Tidak ada satupun yang menyadari domba mereka dimakan serigala. Untung saja Pak Roy (Maaf buat siapapun yang namanya Roy) numpang lewat di tempat penampungan domba mereka. Cuma numpang lewat aja, terus pergi, gak ada hubungannya sama cerita, okey?

Setelah pak Roy lewat, datanglah tukang bakso yang setia memberi makan Yoni dan Ari setiap hari dengan upah sepuluh ribu rupiah. Ia pun memanggil Yoni dan Ari yang sedang istighfar di dalam rumah. Karena tidak terdengar, maka si tukang bakso pun lewat aja dan gak hubungannya sama cerita.

Serigala pun mulai kenyang dan sekarang waktunya memberi makan domba. Yoni dan Ari pun langsung pergi ke kandang domba dan memberi makan mereka. Mereka terkejut, ternyata tiga ekor dari lima triliyun domba mereka mati. satu ekor mati karena dimakan serigala, dan dua ekornya mati karena udah tua. Karena hal tersebut terjadi, mereka pun berteriak minta tolong seperti hari pertama. Tapi apa daya, tidak ada warga desa yang datang karena ada acara khitanan massal di ibukota dan semua warga wajib pergi untuk pemeriksaan alat kelamin apakah laki-laki atau perempuan ataukah udah dikhitan atau belum. Ih, ngeri.

Yoni dan Ari pun menyesali perbuatan mereka karena tidak hadir di acara khitanan massal tersebut. Karena Ari belum dikhitan (amit-amit, udah nikah belum pada khitan, mungkin muallaf) dan mereka tidak hadir di acara bulanan tersebut, domba mereka pun disita semua oleh pemerintah dan mereka pun bangkrut. Yoni dan Ari pun hidup dalam penderitaan. Mereka memulai usaha dari awal, dengan membangun warung yang diberi nama "Warung Mpok Yoni". Itulah awal kisah munculnya warung Mpok Yoni. TAMAT.

Baca cerita abal lainnya disini

No comments:

Post a Comment