Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Friday, July 5, 2019

Caramelt - Chapter 16 (Bar di Penjara)

Chapter 15 (Bermain Bersama Kakak Drip)

Setelah kepergian Shelly dari Kerajaan Mana, terdapat serangkaian kejadian penting tak terduga terjadi. Dimulai dari munculnya Justice Party, kehancuran markas MAVIA, hingga munculnya tanda-tanda Organisasi Genesis di Saddy Prison. Ketiga peristiwa tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap keadaan Kerajaan Mana. Entah siapa yang akan menang, kelompok penjahat ataukah kelompok pembawa keadilan.





Di halaman depan Saddy Prison, sebuah bangunan bar muncul tiba-tiba. Hal ini sontak membuat kaget para polisi yang berjaga-jaga di sana. Di antara mereka, Adruga dari Justice Party juga ikut membantu. Semua perhatian muncul pada bar tersebut. Para polisi dengan siaga menodongkan senjata pada bar yang muncul entah darimana.

Angelyn : "Hohohoho, untuk membuat bangunan bar secepat itu pasti ada orang yang punya kemampuan unik, hohoho."

Linda : "Kemampuan macam apa yang bisa membuat bar sedetail itu?"

Tiba-tiba beberapa orang berjubah hitam yang kepala mereka tertutupi hoodie keluar dari bar.

Linda : "Semuanya!! Bersiap-siaplah, tetap di tempat!"

Ray : "Angelyn, bagaimana analisamu?"

Angelyn : "Hohoho, aku tidak tau siapa mereka, wajah mereka tertutupi. Mari kita lihat kemampuan bertarung mereka. Kemungkinan aku bisa memperoleh data."

Ray : "Kau ingin mengorbankan pasukan?"

Angelyn : "Tentu saja, hanya itu caranya. Lagipula, yang akan kita korbankan tentu saja Pasukan Tidak Khusus, hohoho. Linda, kuserahkan padamu."

Linda : "Kau menjadikanku tumbal wahai wanita berkebutuhan khusus?"

Angelyn : "Hohoho, benar, elit seperti kami butuh analisa terlebih dahulu sebelum bertarung, hohoho."

Adruga : "Kalau begitu aku akan membantu Linda."

Linda : "Kau juga ingin membantuku Pak Tua?"

Adruga : "Untuk inilah aku kemari."

Muncullah bulu-bulu di badan dan di tangan Adruga. Tangan Adruga berubah menjadi sayap. Jari-jarinya mengeluarkan semacam cairan. Orang-orang menyebutnya, Adruga si burung beracun.



Sementara itu di Istana Kerajaan Mana...

Seorang penjaga : "Hey kau, siapa kau?! Untuk apa kau kemari?! Kenapa kau menggunakan topeng dan membawa senjata?!"

Oktavia : "Felix, biarkan saja dia masuk."

Felix (si penjaga) : "Baik yang mulia."

Orang bertopeng yang dihadang penjaga tadi pun masuk. Ia adalah Grepins. Sepertinya ia memiliki urusan dengan Ratu Kerajaan Mana.

Oktavia : "Hahahay, kau tidak perlu bilang tujuanmu kemari. Terima kasih, berkat kau, kami sudah berhasil membasmi Organisasi MAVIA di Mana Selatan, sesuai rencanaku tentunya. Kau ingin mencari adikmu, kan?"

Grepins : "Hahaha, sudah kuduga kau memang hebat dan tahu segalanya."

Oktavia : "Aku tidak tahu segalanya, aku hanya kebetulan tahu kalau kau akan kemari dan lain-lain. Semuanya hanya kebetulan."

Grepins : "Kalau begitu sepertinya sudah tidak perlu lama-lama lagi aku disini. Aku sudah menangkap dua robot MAVIA lalu sudah kuserahkan pada polisi kalian. Sekarang, ini waktunya aku ingin imbalan. Tentu saja menggunakan produk unggulan kalian, informasi."

Oktavia : "Adikmu ada di puncak Gunung Seth."

Grepins : "Gunung Seth, ya?"

Oktavia : "Betul, kau harus waspada di sana. Di sana sering kali orang-orang tersesat bahkan menghilang entah kemana. Ada yang bilang mereka sering berhalusinasi. Ada juga yang bilang ada penyihir salju di atas sana. Ku harap kau beruntung, hahahay."

Grepins : "Hahaha, informasi tersebut sudah cukup. Terima kasih banyak. Sepertinya aku akan langsung pergi sekarang juga untuk mencari adikku."

Oktavia : "Semoga kalian bertemu, semoga beruntung, hahahay."



Kembali ke Saddy Prison...

Para polisi sedang bersiaga dan mengawasi pergerakan dari orang-orang berjubah yang baru saja keluar dari bar. Terdapat 4 orang berjubah hitam. Ada yang memegang cangkir kosong di tangannya, ada yang tangannya mengeluarkan cairan berwarna ungu, ada yang memegang sabit besar, dan ada pula yang berjalan paling depan seperti tidak punya pertahanan sama sekali.

Angelyn : "Cangkir kopi, cairan hijau, sabit besar. Sepertinya mereka semua punya kemampuan yang unik-unik."

Ray : "Cepatlah lakukan analisa!"

Muncullah seorang polisi yang berbadan besar menuju bar tersebut.

Para polisi : "Itu kan? Itu Kepala Kepolisian Kerajaan Mana, Max Man!!"

Para polisi : "Max Man??! Akhirnya dia muncul juga!!"

Max Man : "Hmm, hmm, hmm, hmm, hmm, hmm, hmmmmm, mmmmm, mmmaaakksss!!!" (Max Man berteriak sambil memperlihatkan otot-otot besarnya)

Para polisi pun menutup telinga karena bisingnya. Begitupun orang-orang berjubah dari bar tadi.

Angelyn : "Uuugh, sialan si Max. Tapi untunglah dia datang. Di saat seperti ini, kita membutuhkan dia."

Salah satu orang berjubah yang mengeluarkan cairan ungu : "Gerogero, suaramu berisik sekali. Kau Kepala Polisi disini, ya?"

Max Man : "Hmm, Maaxx!! Memang kenapa Max??!!"

Pria cairan ungu : "Kau tau Drill si bor, kan? Dia adalah adikku, sebaiknya kalian bebaskan dia dari penjara secepatnya sebelum kami memaksa. Pertama-tama,  sebagai peringatan, Deathscythe, bunuh sepuluh orang polisi!!"

Si pria yang memegang sabit raksasa langsung menyerang sepuluh polisi dengan sabitnya. Para polisi pun menjadi tercengang. Kemudian mental mereka menjadi sangat negatif melihat kejadian tersebut.

Pria cairan ungu : "Gerogero, itulah kemampuan Deathscythe. Setiap kali dia mengalahkan lawan, lawan yang masih hidup akan merasakan aura negatif yang luar biasa. Rasa takut, cemas, khawatir, depresi, lemas, tidak berdaya. Ini adalah peringatan pertama sebelum kami menyusup ke penjara Saddy Prison." (sambil menodongkan tangannya yang mengeluarkan cairan ungu ke arah Max Man)

Angelyn : "Me.. mengerikan. Inikah organisasi Genesis?"

Bersambung...

Chapter 17 (IQ 666)

No comments:

Post a Comment