Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Tuesday, January 1, 2019

Caramelt - Chapter 11 (Kuda Hitam dan Kopi Hitam)

Chapter 10 (Hal Yang Baru Muncul)

New berhasil ditangkap oleh Kyle dan Aporna. Dia pun dibawa oleh mereka ke markas Justice Party, Black Pegasus, sebuah trojan yang berbentuk kuda bersayap berwarna hitam.

Aporna : "Oke, setelah kita mengurung dia di markas, aku ingin kau ganti pakaian lalu kita langsung pergi ke Pasar Marina buat minum di Coffee Bean Bar, gimana?"




Kyle : "Coffee Bean Bar?"

Aporna : "Iya, katanya di sana ada seorang bartender legendaris. Minumannya sangat lezat."

Kyle : "Oh, okelah."

Aporna : "Oh yah, pakaian kotormu taruh saja di depan kamarku. Nanti, aku cuci dan jahit bekas sobekannya."


Phone Card Aporna pun berdering.

Aporna : "Wah, ada panggilan dari Inteo."


Aporna langsung mengangkat panggilan telepon dari Inteo.

Aporna : "Halo, Inteo."

Inteo : "Bagaimana misi kalian?"

Aporna : "Misi kami berhasil dengan mulus. Ternyata orang ini tidak sekuat yang diceritakan orang-orang."

Inteo : "Bagus, bawa dia ke markas. Selanjutnya, kalian bisa bersenang-senang semau kalian."

Kyle: "Dia selalu bertingkah seperti bos yah. Mentang-mentang IQ-nya paling tinggi di antara kita semua."

Aporna : "Baiklah, seekor penjahat akan segera dimasukkan ke sangkar."


Sementara itu,  di Pasar Marina.

Robson : (berbicara dalam hati) "Kudengar beberapa hari ini, Drip si air sering terlihat jalan-jalan di sekitar sini. Terutama di bar ini."

Robson pun berjalan mendekati bar tersebut.

Robson : "Coffee Bean Bar yah? Hmm.." (katanya sambil menghisap cerutunya yang mau habis)


Sehari sebelum rencana penyapuan Justice Party, di Rumah Shelly..

Melanjutkan pembicaraan antara Shelly saat Drip sedang tertidur di kamar Shelly.

Shelly : "Jadi, apa rencanamu kemari?"

Octavia : "Sabar dulu, kita tunggu Drip bangun terlebih dahulu lalu akan kuceritakan."

Shelly : "Langsung saja biar cepat, nanti aku beritahu dia saat dia bangun."

Octavia : "Hahahay, tenang saja, sebentar lagi dia akan segera keluar dari kamarmu. Yah, aku tau karena aku membacanya dari gulungan yang kubawa ini." (sambil memperlihatkan sebuah gulungan)

Shelly : "Mu.. mungkinkah gulungan itu?! Gu-gulungan dengan gambar mata dadu dan bola mata?? I-itukan.."

Octavia : "Tepat sekali, ini adalah Mana Scroll, salah satu dari keempat Glavdeo, hahahay."

Shelly : "Benda seperti itu seharusnnya tidak boleh dibawa kemana-mana karena akan menjadi incaran penjahat, bu guru!!"

Octavia : "Kau masih berpikir kalau aku adalah seorang putri kerajaan yang rapuh? Hahahay, hey, lihat! Drip baru saja keluar dari kamar. Bener kan yang ku bilang."

Drip : "Shelly, perasaanku agak tidak enak." (masih setengah sadar)

Drip : "Hmm, ada wajah yang gak asing. Haaah!! Bu guru Octavia, kenapa kau bisa disini?!"

Octavia : "Hahahay, selamat pagi, Drip."

Shelly : "Baiklah, Drip sudah bangun, sekarang ceritakan semua yang mau kau ceritakan."

Octavia : "Baiklah. Pertama-tama, yang paling penting, apakah kau sudah membuka surat yang diberikan Mr. Coffee Bean."

Shelly : "Belum, barusan aku mendapatkannya, jadi tidak sempat."

Octavia : "Baguslah kalau begitu. Sekarang, lihat gulungan ini. Banyak yang harus kuberitahukan pada kalian berdua."

Drip : "Melihat gulungan?"

Shelly : "Apa tidak apa-apa kami mencuri informasi darimu? Kau tau kan kami adalah penjahat?"

Octavia : "Tenang saja, kalau terjadi apa-apa, aku bisa langsung membunuh kalian, wahai murid-murid lucuku, hahahay."

Shelly : "Baiklah, akan kami lihat."

Octavia pun langsung membuka gulungan Mana Scroll, Glavdeo yang mewakili pengetahuan. Glavdeo tersebut dapat menampilkan berbagai macam pengetahuan atau informasi dari seluruh dunia. Meskipun informasi yang muncul begitu acak, dengan kecerdasan Octavia, dia dapat membuat perencanaan yang sangat matang terutama dalam urusan negara serta perkembangan teknologi rakyatnya dengan menggunakan senjata legendari tersebut. 

Octavia : "Lihatlah, banyak sekali informasi yang terdapat disini. Karena itulah aku bisa tau banyak hal termasuk alamat dan resep kunci rumah kalian, hahahay."

Shelly : "Waah, banyak sekali informasi yang ada disini. Ada informasi tentang penilitian yang dilakukan oleh Prof. Suichiro, ada juga informasi tentang acara Golden Carnival di Kerajaan Noclus yang akan diadakan tahun depan, ada juga informasi tentang pembantaian di Kerajaan Kompoja. Ah, ini kan? A-A-Amatra?? Ti-tidak mungkin." (Shelly melihat informasi yang membuatnya terkaget)

Octavia : "Yap, kau sudah lihat, kan?"

Shelly : "Aku harus segera pergi dari sini."

Drip : "Emang ada apa sih, Shelly?"

Selanjutnya, mereka berbincang-bincang sedikit tentang isi dari Mana Scroll. Selain itu, mereka juga membicarakan banyak hal misalnya tentang masa kecil mereka dan apa yang terjadi pada teman-teman sekolah mereka dewasa ini.


Keesokan harinya, beberapa saat setelah New tertangkap, semua anak buah New menampakkan ekspresi yang kurang baik.

Rinney : (memukul tembok gang) "Sial, mereka berhasil menangkap Kak New. Apa yang harus kita lakukan?"

Don, Bosco, Alfonso, beserta Johny hanya bisa duduk murung.

Rinney : "Sekarang tinggal kita berlima disini. Kak New dan Steven telah ditangkap oleh mereka, kita harus segara menyelamatkan mereka."

Bosco : "Tapi bagaimana caranya? Mereka sangat kuat. Kita bertiga saja tidak bisa mengalahkan salah satu orang dari mereka."

Don : "Kita tidak bisa mengalahkan mereka. Mereka mempunyai kekuatan super seperti Kak New. Orang normal seperti kita tidak bisa melakukan apa-apa."

Rinney : "Alfonso, Johny, kalian berdua pernah ke markas mereka, kan?" (Alfonso dan Johny langsung terkaget saat ditanyakan, mereka langsung menampilkan ekspresi ketakutan)

Don : "Apa yang terjadi, kenapa kalian langsung berkeringat dingin begitu?"

Johny : "Anak kecil, anak kecil" (sambil menggumam tidak jelas)

Alfonso : "Kami disiksa oleh seorang anak kecil." (sambil gemetar)

Don, Bosco, Rinney : "Apa??"

Alfonso : "Penampilannya anak kecil, tapi dalam tubuhnya bernaung sesosok iblis. Dia menyiksa kami dengan berbagai macam mainan setan yang dimilikinya. Yang terpenting, mereka semua adalah monster terutama si anak kecil, dia bukan monster lagi tapi dia benar-benar iblis. Steven yang mendapatkan penyiksaan berat di antara kita bertiga, jarinya hampir saja putus. Untung saja salah satu dari mereka adalah orang baik, si wanita berkimono itu. Tanpa dia mungkin kita semua sudah mati."

Johny : "Mereka monster, mereka monster, mereka monster."

Rinney : "Cih, itu berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kita tidak bisa meminta tolong pada siapapun. Kita hanya selalu berharap kepada Kak New. Maafkan kami Kak New, kami hanyalah adik-adikmu yang lemah, hiks hiks" (sambil menangis)


Komplotan New Hood Family sudah tidak punya harapan lagi. Satu-satunya orang yang mereka andalkan sudah tidak bersama mereka lagi. Suasana hati mereka menjadi sangat kacau. Tidak ada yang dapat menolong mereka. Mereka hanyalah sekolompok penjahat yang hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hidup mereka serta untuk memberi makan keluarga mereka yang miskin. Tidak ada yang akan membantu mereka. Baik polisi maupun Kerajaan tidak akan mau menolong mereka.


Beberapa saat kemudian, di Pasar Marina.

Robson : "Aku beli cerutu Parfek sebungkus" (katanya kepada seorang pedagang rokok)

Pedagang rokok : "Ini Tuan, harganya 59.000 Lof. Terima kasih."

Robson langsung membayar dan membuka bungkusan cerutunya. Dia langsung mengambil sebatang Parfek lalu menyalakan pemantik api Rarlie-nya.

Robson : "Ngomong-ngomong, apakah kau pernah melihat pria ini jalan-jalan di sekitar sini?" (sambil menunjukkan poster buronan Drip)

Pedagang rokok : "Oh orang itu? Kayaknya kemarin aku melihatnya. Dia bertarung dengan seorang wanita aneh lalu kemudian dia digendong oleh seorang wanita cantik."

Robson : "Digendong wanita cantik? Aneh sekali. Lalu, ke arah mana wanita itu membawa orang ini?"

Pedagang rokok : "Sepertinya dia dibawa ke daerah perumahan orang kaya di sebelah sana."

Robson : "Daerah perumahan orang kaya? Hmm, aneh juga. Orang seperti apa Drip Oscar ini?"

Pedagang rokok : "Entahlah, dia selalu menggunakan baju pantai dan celana pendek. Setidaknya dia kemari sebulan sekali. Biasanya pergi ke Coffee Bean Bar bersama seorang wanita. Wanita itulah wanita cantik yang kusebut tadi."

Robson : "Oh, okelah."


Secara tiba-tiba Kyle dan Aporna lewat di tempat itu.

Aporna : "Hei, Roby."

Robson : "Kalian berdua kenapa bisa ada disini? Apakah misi kalian sudah selesai? Oh yah, panggil aku Robson."

Aporna : "Hahaha, tentu saja sudah selesai. Iya kan, Kyle?"

Kyle : "Misi kami sangatlah mudah."

Aporna : "Kami kesini hanya ingin beristirahat dan minum-minum di bar soalnya misi kami sudah selesai. Bagaimana dengan misimu, Robi? Apakah kau sudah menemukan Drip Oscar?"

Robson : "Sudah kubilang jangan panggil aku Robi! Aku sedang mencari petunjuk tentang keberadaannya."

Aporna : "Weleh-weleh, jangan lama yah soalnya itu akan merusak reputasi kita, hehe."

Kyle : "Pastikan kau menangkapnya. Kalau tidak, rencana yang dibuat Inteo tidak akan berjalan dengan lancar."

Robson. "Jangan meremehkanku."

Aporna : "Tentu saja, pastikan kau menyelesaikannya dengan cepat. Oh yah, kami akan minum-minum di Coffee Bean Bar. Kalau sudah selesai, kau juga harus ikut minum-minum bersama kami di sana. Dada Robson."

Kyle : "Semoga beruntung. Sampai ketemu lagi."

Robson pun langsung pergi menuju perumahan orang kaya yang ditunjuk oleh si pedagang rokok. Aporna dan Kyle masuk ke Coffee Bean Bar.

Kyle : "Ada apa ini? Kenapa banyak sekali bekas cakaran dimana-mana?"

Aporna : "Mungkin ini hanya dekorasi, deh. Aku suka dekorasi ini."

Mr. Coffee Bean : "Selamat siang Tuan yang tampan dan Nyonya yang cantik. Selamat datang di Coffee Bean Bar, kalian mau pesan apa?"

Kyle : "Apakah kau yang bernama Mr. Coffee Bean? Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat."

Mr. Coffee Bean : "Ya, saya adalah Mr. Coffee Bean. Mungkin Anda pernah melihat saya di majalah atau koran."

Aporna : "Ya, pastilah. Mr. Coffee Bean adalah bartender legendaris. Semua penikmat minuman mengenal dia."

Kyle : "Hmm, okelah. Aku pesan Sidecar."

Aporna : "Kalau aku pesan Amaretto Sour."

Tiba-tiba da suara berdering dari kantong Mr. Coffee Bean.

Mr. Coffee Bean : "Mohon maaf Tuan dan Nyonya, ada seseorang menelepon. Bisa tunggu sebentar?"

Mr. Coffee Bean mengangkat Phone Card-nya.

Mr. Coffee Bean : "Halo, ada apa Nyonya Collinstom? Adakah yang bisa saya bantu?"

Seorang wanita : "Aku ingin kau menjemputku. Aku harus segera pergi dari sini."

Bersambung...

Chapter 12 (Robson si Golem)

No comments:

Post a Comment