Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Monday, October 29, 2018

Caramelt - Chapter 10 (Hal Yang Baru Muncul)

Chapter 9 (Si Raja Penembak Jitu)

Di suatu gang di Mana Utara, hiduplah sekelompok geng preman. Mereka menyebut diri mereka New Hood Family. Mereka adalah sekelompok preman miskin yang dipimpin oleh seorang pria yang bernama New Hood.





Untuk sekarang ini, dalam gang tersebut ada sekelompok orang.

Seorang pria dengan tangan bercakar : "Sialan, bau kopi di bajuku tidak hilang-hilang."

Pria yang lain (bertopi biru) : "Tapi bau kopinya enak yah, kak New?"

New (si pria bercakar) : "Aku benci bau kopi, Don. Sialan sekali, si pria bartender itu. Dia punya kekuatan aneh."

Seorang pria gendut : "Ngomong-ngomong, dimana Steven dan kawan-kawannya?"

Seorang wanita seksi bertato : "Manaku tahu. Kukira tadi pagi mereka yang bertugas jaga gang."

Pria bertopi biru : "Hmm, mereka mungkin sedang mencuri di suatu tempat. Lagipula, polisi kan tidak ada yang sedang berpatroli. Ini kesempatan yang bagus, hehe."

Si pria gendut : "Aku punya firasat buruk nih, guys."

New : "Rinney, coba kau hubungi mereka lewat Phone Card."

Rinney (si wanita bertato) : (sambil mengambil Phone Card di dompetnya) "Baik, kak!"


Tiba-tiba, ada bunyi deringan dari luar gang.

Si pria gendut : "Hei, itu kan suara nada deringnya Alfonso."

Rinney : "Suaranya dari luar gang? Aaah, ada yang mengangkat." (sambil melihat Phone Card)

Pria bertopi biru : "Nada deringnya berhenti. Sepertinya mereka baru pulang."

Rinney : "Lebih baik kumatikan saja. Sepertinya mereka ada di luar."

Si pria gendut : "Alfonso!! Kau sudah pulang? Apa kau membawa oleh-oleh? Aku lapar."

Pria bertopi biru : "Pikiranmu cuma makan terus. Ya, tidak masalah sih, aku juga lapar."


Tiba-tiba siluet pria berambut biru dan wanita berkimono merah muncul. Si pria berambut biru tampak seperti sedang menyeret dua orang.

Pria bertopi biru : "Hey, siapa mereka?!"

Rinney : "Kurang ajar mereka!!"

Pria bertopi biru : "Berani-beraninya dia memperlakukan saudara-saudara kita seperti itu!! Kak New, kami siap untuk dikomando."

New : "Mereka tampaknya sangat kuat. Biarkan aku saja yang mengatasi mereka."


Kyle si pria berambut biru langsung mendekati New sambil menyeret dua orang yang pingsan, Alfonso dan Johny.

Kyle : "Tenang saja, mereka tidak mati atau terluka terlalu parah. Mereka hanya kusetrum sedikit."

New : "Mau apa kau denganku? Berani-nya kau menyakiti adik-adikku!!"

Kyle : "Maaf saja, tapi bukankah memang pantas bagi penjahat untuk dibuat babak belur?"

New : (menodongkan cakar di tangan kanannya) "Ya, kami memang penjahat yang suka sekali mencuri. Akan tetapi, kami tidak pernah melakukan kekerasan kecuali diperlukan. Kami mencuri hanya untuk membagikannya kepada orang-orang miskin."

Kyle : "Begitu yah? Berbuat jahat demi kebaikan? Kejahatan tetaplah kejahatan."

Kyle pun langsung meninju New dengan tinju petirnya. New langsung menghindar ke belakang sambil memasang kuda-kuda.

New : "Don, Rinney, Bosco, kalian atasi wanita yang ada di sana. Biarkan aku yang mengatasi orang ini."

Don (pria bertopi biru), Rinney, dan Bosco (si gendut) langsung menyerbu Aporna.

Aporna : "3 lawan 1? Kejam sekali kalian pada seorang wanita."


Pertarungan Kyle dan New terjadi sangat sengit.

New : "Cepat sekali gerakannya." (sambil memberikan serangan cakar)

Kyle : "Kau juga lumayan cepat, padahal kau hanyalah manusia biasa. Meski begitu, aku tetap lebih cepat." (memercikkan petir di tangannya)



Aporna : "Dari mana kalian bisa mendapat pistol-pistol itu? Kalian tau kan itu bukan mainan anak-anak?"

Rinney : "Diam kau, Don, Bosco, ayo kita tembak dia bersama-sama."

Duar, duar, terdengar suara tembakan. Selain terdengar suara tembakan, terdengar pula suara seperti peluru yang terpantul dari dinding baja yang kuat.

Don : "Apa yang terjadi? Tembakan kita dipentalkan?!"

Bosco : "Mungkinkah?? Dia??"

Tampak seperti semacam dinding tipis transparan di sekitar Aporna muncul.

Aporna : "Hahaha, kalian tidak bisa menembakku karena aku bisa membuat dinding pelindung di sekitarku. Apa yah istilah kerennya? Oh, yah, barrier!"

Don : "Barrier?"

Aporna : "Untuk saat ini, aku tidak akan menyerang. Silakan kalian serang aku sepuasnya. Aku hanya ingin menghabiskan peluru kalian, hehehe."


Kaki Kyle tiba-tiba tergores sedikit di bagian betis akibat serangan New.

Kyle : "Wah, lumayan. Kau bisa memberikan sedikit goresan di kakiku."

New : "Huff, huff, sialan."

Kyle : "Tampaknya kau sudah mulai lelah."

Alfonso pun terbangun dari pingsannya.

Alfonso : "Kak... Kak Kyle... Steven..."

New : "Steven? Apa maksudmu?"

Alfonso : "Me... mereka mengurung Steven."

New : "Apa? Sialan kau!!" (tiba-tiba New makin geram dan wajahnya agak memerah)

Kyle : "Waduh, ketahuan, padahal rencananya akan kubilang sebentar. Tapi yasudahlah, lagipula kami pasti akan menangkapmu, New!!"

New : "Huff, huff, hyaaat, Razor Swipes." (Kecepatannya semakin bertambah)

Kyle : "Dasar bodoh, tidak berguna kau membuang-buang stamina karena sebentar lagi kau akan kami masukkan ke dalam jeruji trojan kami. Tesla Strike!!" (Petir yang berbentuk tombak muncul dari tangannya lalu menyerang New)


Aporna : "Weleh-weleh, kok diam aja sih? Mana tembakan kalian?"

Rinney : "Semuanya, jangan sia-siakan peluru kalian. Kita awasi saja dia apa yang bisa dilakukan."

Aporna : "Pengawasan kalian tidak akan berguna. Kalian mau ku gepengkan?? Jangan meremehkanku yah. Barrier Expansion!!" (Pelindung Aporna membesar dan meluas dengan cepat, sehingga mengenai Rinney, Don, dan Bosco)

Rinney : "Apaa?? Aaggh!!"

Don dan Bosco : "Aaaghh!!


Mereka semua pun dibuat babak belur. Begitupun dengan New. Kyle pun mendekati New yang sedang terkapar.

New : "Silahkan tangkap aku. Tapi, jangan kau berani macam-macam dengan adik-adikku."

Kyle : "Tenang saja, seperti saat main catur, kami hanya ingin melakukan skakmat saja. Aporna, ayo kita kembali, misi kita sudah selesai."

Aporna : "Yah, cepat sekali. Padahal, aku masih mau bersama-sama denganmu Kyle."

Kyle : "Kalau begitu, bagaimana kalau kita bawa penjahat ini ke Black Pegasus dulu, lalu kita pergi jalan-jalan."

Aporna : "Wah, aku setuju, hehe. Ku dengar ada tempat bagus di Pasar Marina, namanya Coffee Bean Bar."

Kyle : "Baiklah, setelah membawa orang ini, kita langsung ke Coffee Bean Bar."

Aporna : "Yay~! Aah, celanamu kenapa? Kok tergores?"

Kyle : "Tidak apa-apa. Cuma luka kecil."

Bersambung...

Chapter 11 (Kuda Hitam dan Kopi Hitam)







No comments:

Post a Comment