Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Saturday, May 19, 2018

Caramelt - Chapter 1 (Semuanya Dimulai)

Tap... tap... tap... suara seseorang berlari. "Hey, kau jangan kabur", teriakan seseorang. "Drihihi, memangnya kalian bisa menangkap aing heeh?", ucap seorang pria yang sedang kabur. "Sini kau jangan kabur", teriak sang kepala satuan polisi. "Drihihihi, jadi inikah Angel Peridot itu? Hmm, lumayan indah", ucap Drip sambil memegang permata berwarna hijau. "Tembak!!", teriak sang kepala satuan polisi. "Drihihi, hanya tembakan biasa gak bakalan mempan sama aing.", ucap Drip sambil tertawa. Ratatata!!! Peluru pun menembus tubuh Drip. Air menetes dari pakaian Drip. "Hehehe, mampus kau. Semuanya, tangkap dia dan ambil permata yang dicuri itu", si pak polisi lagi. "Siap komandan AKMJ", balas para bawahannya. "Drihihihi, tidak mempan", kata si penjahat sambil tertawa. "Apaa?! Tidak mungkin, padahal pelurunya dibuat khusus untuk membuat orang yang ditembak langsung pingsan.", teriak salah satu ajudan polisi. "Drihihi, yu yu semua pada gak tau ya? Aing adalah manusi air. Peluru gak bakal mempan sama aing drihihi.". "Rasakan ini!! Uisce Shot!!", Drip menembakkan air dari jarinya. "Aaaagh, sialan kau Drip Oscar!!!", para polisi terkena tembakan air yang kuat itu. Mereka pun terkapar.  "Drihihi, waktunya pulang. Sampai jumpa pak polisi.", ucap Drip Oscar dengan tawa jahatnya.




Pada zaman dahulu kala, hiduplah 3 bangsa besar, Bangsa Lunala, Bangsa Majora, dan Bangsa Meika. Ketiganya hidup dengan damai dalam keharmonisan. Namun, semuanya berubah sejak 5000 tahun yang lalu. Terjadi bencana dimana-mana. Itu semua ulah dari Bangsa Majora. Untung saja Bangsa Lunala banyak yang mengungsikan diri. Namun, sayang sekali, Bangsa Meika banyak yang menjadi korban bencana. Bangsa Meika pun memutuskan untuk meminta bantuan iblis dengan mengorbankan seribu orang tumbal untuk melawan Bangsa Majora. Bangsa Majora pun semakin sedikit karena dibantai iblis lalu sisa-sisa bangsa Majora dijadikan budak oleh Bangsa Meika. Beberapa tahun kemudian, karena kutukan iblis, Bangsa Majora dan Bangsa Meika pun dianggap punah.

Peradaban bangsa Majora dan Bangsa Meika meninggalkan berbagai macam peninggalan di antaranya adalah senjata-senjata kuat mereka bernama Glavel yang jumlahnya sekitar ratusan, ribuan, atau entah berapa kita tidak tahu. Namun, diketahui terdapat empat senjata paling kuat bernama Glavdeo yang mewakili pengetahuan, kekuatan, kehidupan, dan kebahagiaan. Dikatakan barangsiapa yang mengumpulkan keempat senjata tersebut maka dia bisa menguasai dunia. Senjata-senjata tersebut tersimpan di dalam menara Buble dan sudah banyak diambil oleh orang-orang.

Di zaman modern ini, banyak sekali penjahat yang ingin sekali mengumpulkan Glavel agar bisa menguasai dunia ini. Salah satunya adalah Drip Oscar si air, seorang penjahat yang jail, nakal, dan brutal. Mencuri, merampok, merampas merupakan kegiatannya setiap hari. "Drihihi, aku pasti akan mengumpulkan Glavdeo dan menguasai dunia". Perjalanan hidup Drip Oscar pun dimulai dengan penuh tantangan, gairah, dan ketegangan.

Di depan rumah Shelly
"Shelly aku pulang!!", teriak Drip. "Shelly!! Oy!! Buka pintunya dong!!". Shelly masih tidak mendengar. "Sialan kau Shelly, rasakan ini, aing bakal ngebanjirin rumahmu drihihihi", Drip membanjiri rumah Shelly. Shelly yang tertidur di dalam pun terbangun karena terkena air. "Waaah, ini pasti ulah Drip lagi, sialan kau Drip!!". Air pun surut, Shelly pun membuka pintu. "Ada apa Drip?", ucap Shelly. Tiba-tiba, dengan tubuh basahnya, Drip memeluk Shelly dengan kencang. "Eeh, Drip, dasar kau! Aku baru saja ganti baju gara-gara basah tadi. Jadi basah lagi deh.", ucap Shelly. "Aku baru saja mencuri Angel Peridot dari museum lho.", kata Drip dengan gembira. "A.. apa itu? Angel Peridot? Aku tidak suka batu  itu, warnanya hijau. Aku tidak suka warna hijau. Lagipula ini palsu, buang saja.", ucap Shelly. "Yah, sayang sekali, padahal aing udah capek mencurinya untukmu. Yasudah, aing buang aja.", Drip melempar batu tersebut ke tong sampah terdekat. Tiba-tiba, tong sampah tersebut bergetar. Drip dan Shelly tiba-tiba terheran-heran. "Apa yang terjadi? Kenapa tong itu bergetar?", kata Drip. "Mungkinkah? Rumor itu benar?", kata Shelly. "Rumor apa?", tanya Drip. "Orang gila gemuk berkulit hitam yang tinggal di tong sampah. Sepertinya kita harus menjauhi tong sampah itu.", jawab Shelly. "Ah masa. Aing gak percaya..", ucap Drip sambil mendekati tong sampah tersebut. "Jangan Drip! Mereka bilang orang gila itu berbahaya", ucap Shelly melarang. "Hmm, apa ini? Wah, permata yang sangat indah.", gumam seseorang di dalam tong sampah. Drip melihat ke dalam tong sampah terlihat sesorang yang kurus berkulit putih. "Hey, siapa yu?", tanya Drip. "Hai", sapa si pria  tong sampah sambil tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Drip. Bersambung...

Chapter 2 (Mary Alexandrite)

No comments:

Post a Comment