Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Friday, October 13, 2017

Autobiografi Mimin K

Alien dari bawah tanah
Yo semua! Kembali lagi sama mimin yang pintar lagi kawaii (hoeek), mimin K. Dimana lagi kalo bukan di KnK Land. Kali ini mimin akan menceritakan kisah hidup mimin dalam bentuk autobiografi. So, bagi ente yang lagi bikin tugas autobiografi jangan tiru autobiografi yang mimin tulis disini soalnya ini punya mimin bukan punya ente. Kalo ente nulis autobiografi mimin ntar ente bakal dapat nilai A kayaknya. Oke, daripada lama ngebacot kan bisa langsung cekidot.


Sebagian isi konten di bawah ini sengaja mimin sensor karena... ya terserah mimin mau disensor kek mau diapain kek ini kan autobiografi mimin. Mimin gak punya niat buat sembunyiin identitas soalnya ente bisa cari sendiri identitas mimin kalo ente pintar dan berbakat.

Daripada lama ngebacot di paragraf 1, 2, dan 3, mending langsung ke paragraf 4 soalnya autobiografinya dimulai dari situ.



Namaku adalah K (nama disamarkan, cari di google). Aku lahir di sebuah kota pariwisata yang sering dikunjungi turis-turis asing, Kota Manado pada hari Minggu tanggal 25 April 1999. Kata kakakku, ibuku melahirkanku di sebuah rumah sakit Kristen padahal aku dan keluargaku semuanya beragama Islam. Ini terjadi karena situasinya sangat mendesak. Aku adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Ayahku bernama ***** dan Ibuku bernama *****. Kami adalah keluarga yang cukup besar yang terdiri dari ayah, ibu, dan tujuh orang anak laki-laki. Suatu hal yang langka bisa mempunyai enam saudara yang semuanya adalah laki-laki. Ayahku bekerja sebagai wiraswasta. Setiap hari beliau sering bekerja sebagai tukang obras dan tukang sablon. Sedangkan ibuku adalah seorang pedagang pakaian. Beliau selalu memesan pakaian dan menjualnya kembali di pasar. Alhamdulillah, ayah dan ibuku sudah pernah pergi ke tanah suci dan menjadi seorang haji dan seorang hajjah.

Seperti orang-orang pada umumnya, aku tidak terlalu ingat apa saja yang terjadi saat aku kecil. Aku sering mendengar percakapan orang tuaku kalau aku lebih cepat belajar bicara dan berjalan dibandingkan anak-anak normal biasanya. Meski tidak semuanya, aku merasa masih memiliki ingatan akan banyak hal yang terjadi saat aku masih kecil misalnya saja aku dulu suka berontak di depan televisi kalau ada yang aku mau, pernah melihat hantu di tangga, bahkan aku masih ingat beberapa acara televisi favoritku, serta kebiasaan lainnya.

Kepribadian

Aku dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang mengeluarkan ekspresi atau bisa dibilang introvert. Bahkan, dalam keluargaku sendiri aku bersifat pendiam. Meski begitu, hal ini tidak menghalangiku untuk menjalin hubungan sosial dengan banyak teman. Dari kecil sampai kuliah ini, sifat pendiamku tidak pernah menghalangiku untuk mendapatkan banyak teman. Justru sifat inilah yang menjadi daya tarikku. Bahkan kalau sudah sangat dekat dengan seseorang, aku bisa menjadi pribadi yang lebih sering bicara meskipun terkadang sering dikatain cerewet. Hal yang sulit bagiku adalah menjalin hubungan yang lebih akrab dengan keluarga. Meski begitu, dalam keluarga kami tidak pernah terjadi yang namanya percekcokan bahkan tidak ada satupun dari kami bersaudara yang terkena pengaruh buruk pergaulan bebas. Sifat pendiamku ini sedikit demi sedikit menghilang ditelan waktu.



Hobi

Sejak kecil, aku sudah dihadapkan dengan yang namanya komputer. Pada awalnya aku hanya sering main game. Tapi lama kelamaan aku sudah mulai belajar untuk menggunakan berbagai macam aplikasi. Saat duduk di bangku sekolah dasar, aku sudah bisa mengetik dengan sepuluh jari. Sebagian besar aktivitasku dihabiskan di depan layar komputer. Selain bermain game, aku juga senang menonton anime-animasi kartun Jepang-. Terkadang aku menonton film-film barat. Tentu saja, aku tidak hanya bersenang-senang saja di depan komputer. Aku juga melakukan aktivitas lain yang bermanfaat seperti mengerjakan tugas, browsing atau menjelajahi internet, belajar pemrograman, dan lain-lain.

Keluarga 

Aku sangat menghormati ayah dan ibuku yang setiap hari bekerja demi ketujuh anak mereka. Kakakku yang pertama, kedua, ketiga, dan keempat masing-masing sudah menikah dengan wanita baik-baik. Sedangkan, kakakku yang kelima sedang merantau. Aku juga sangat mengagumi adikku yang seorang hafidz. Meskipun tidak tergolong kaya, keluarga kami bisa dibilang sangat berkecukupan bahkan bisa dikatakan beruntung. Meskipun tidak terlalu akrab dengan keluarga dan kerabat, aku tetap merasakan yang namanya kehangatan dan cinta dalam keluarga. Kerabat kami sangat banyak dan banyak menyebar di daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Riwayat Pendidikan dan Prestasi
Aku memulai karir pendidikan pada umur 5 tahun. Saat itu, aku memulai karir pendidikan di TK Aisyiyah yang berada di kelurahan Komo Luar. Setahun kemudian, aku lulus dan melanjutkan di SD. Saat SD, aku bersekolah di MI Muhammadiyah Wawonasa. Di SD aku menimba ilmu selama 6 tahun dan selalu meraih peringkat satu di kelas kecuali saat kelas tiga. Setelah lulus di MI Muhammadiyah pada tahun 2011, aku melanjutkan pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Manado yang terletak di Kampung Arab. Saat inilah pertama kalinya aku memegang telepon genggam. Setelah itu aku lulus pada tahun 2014 serta mendapat ijazah. Selanjutnya masa-masa indah SMA-ku dimulai saat aku mendaftar di Madrasarah Aliyah Negeri Model Manado yang sekarang sudah berganti nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Manado. Saat SMA, aku memiliki banyak prestasi. Selain meraih peringkat satu umum di sekolah, aku juga pernah meraih medali perunggu di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada cabang matematika. Aku mendapatkan banyak hadiah dari kompetisi itu serta tambahan hadiah dari sekolah. Salah satu hadiahnya adalah sebuah gawai (gadget) yang berupa tablet serta uang jutaan rupiah. Tambahan hadiah dari sekolah berupa pembebasan biaya sekolah secara penuh. Dengan uang hadiah tersebut, aku membeli sebuah laptop.
Setelah lulus di MAN Model 1 Manado, aku pun melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin pada tahun 2017 melalui jalur SNMPTN. Aku pun terpaksa pindah tempat tinggal yang awalnya di Manado harus pindah ke Makassar. Di kampus ini, aku mengambil jurusan matematika di fakultas MIPA. Sampai sekarang, aku masih menimba ilmu di fakultas ini. Alhamdulillah, aku mendapatkan lebih banyak teman serta menemukan banyak hal-hal baru di dunia perkuliahan ini. Bahkan, akhirnya aku bisa menemukan orang-orang yang bisa aku sebut sebagai saingan belajar.

Cita-Cita

Aku memiliki cita-cita yang terdengar aneh tapi aku bangga dengan cita-cita ini. Cita-citaku adalah menguasai dunia. Memang terdengar jahat seperti seorang tokoh antagonis dalam cerita tapi sebenarnya aku ingin sekali merubah dunia ini menjadi lebih baik. Selain itu, aku juga ingin menjadi seorang guru dan wirausahawan.
Langkah pertama yang aku lakukan untuk mewujudkan cita-cita adalah banyak belajar dan memperbanyak koneksi. Aku juga gemar mengembangkan berbagai keterampilanku melalui banyak aktivitas seperti menulis artikel di blog, belajar bahasa pemrograman dan membuat program komputer, serta memperluas wawasan dengan membuka situs-situs mendidik yang kredibel di internet. Aku juga senang mempelajari hal-hal baru. Aku sering mengunjungi blog dan forum yang betuliskan beranaeka ragam pengalaman orang lain. Dari situ aku bisa mendapatkan sudut pandang baru yang berbeda sehingga lebih mampu lagi untuk memahami hal-hal di sekitarku.
Sampai sekarang, cita-citaku untuk menguasai dunia ini belum terwujud atau mungkin tidak akan terwujud. Aku pun sebenarnya tidak peduli akan keterwujudan mimpiku ini selama aku sudah berusaha dan mampu untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Seandainya bisa terwujud maka itu akan menjadi tanggung jawab besar bagiku.
Sebenarnya, aku ingin mencoba berbagai macam profesi. Tapi, pertama-tama aku ingin menjadi seorang guru terutama guru matematika dan agama. Selain dapat membuahkan pahala yang mengalir terus-menerus bahkan sampai aku mati, dengan menjadi guru aku juga dapat turut serta memperbaiki generasi yang tampaknya mulai rusak ini. Aku juga ingin menjadi seorang guru karena aku sangat menyukai anak-anak. Sangat menyenangkan bagiku untuk melihat anak-anak bermain-main dengan ceria bahkan aku tidak pernah merasa terganggu oleh berisiknya anak-anak saat bermain. Jika mimpi menguasai duniaku terwujud, aku ingin membuat tempat yang menyenangkan bagi anak-anak di seluruh dunia.
Cita-cita hanyalah sebuah cita-cita. Kita boleh saja bercita-cita setinggi-tingginya tapi tidak boleh melupakan Yang Maha Kuasa yang telah menjanjikan surga bagi kita. Aku tidak pernah melupakan Tuhan baik saat aku melakukan kebaikan maupun keburukan. Tentu saja, meski tidak memiliki peluang untuk menguasai dunia tapi masih banyak peluang untuk masuk surga. Cita-citaku setelah meninggalkan dunia ini nanti adalah masuk ke dalam surga-Nya bersama keluargaku dan teman-temanku.

Nah, selesai deh. Itulah biografi mimin K. Keren, kan? Semoga tulisan ini dapat membuat ente2 semua bisa terinspirasi. Oke, sampai jumpa. Papay~

Jangan lupa juga
Baca komik Locomostrip - No Witnesses
Jauhi miras, miras itu bahaya
Baca komik Alisnaik - Yoga Voga Anjing

No comments:

Post a Comment