Selamat datang di KnK Land. Mari menguasai dunia bersama kami. Disini kalian bisa menemukan ratusan postingan berbahaya dari penulis-penulis kami. Selamat menikmati situs yang hidup ini.

Pengumuman Penting! Sebagian besar link download file di web ini telah terhapus. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini :(. Kami akan segera mengunggah kembali file yang telah terhapus :).

Sunday, July 8, 2018

Caramelt - Chapter 4 (Pemburu Hadiah)

Chapter 3 (Om-Om Lemah)

Para pemburu hadiah adalah orang-orang yang suka mencari hadiah, mulai dari bermain judi, ikut sayembara, mencari orang hilang, mencari harta karun, hingga memburu penjahat, semuanya dilakukan dengan strategi dan kemampuan mereka masing-masing. Drip juga merupakan salah satu incaran mereka. Barangsiapa yang bisa menangkap Drip hidup ataupun mati maka dia akan diberikan hadiah sebesar 20 juta Lof. Uang yang cukup besar yang bisa digunakan untuk membeli beberapa Glavel, senjata pamungkas yang dapat diandalkan.




Di suatu tempat, ada sekelompok orang yang sedang berbincang-bincang. Mereka menyebut diri mereka pembela keadilan. Mereka selalu berpatroli ke tiap-tiap kerajaan untuk membasmi penjahat-penjahat ternama disana. Mereka dikenal dengan nama Justice Party yang beranggotakan 5 orang, Robson, Aporna, Kyle, Adruga, dan Inteo. Pembicaraan terjadi antara Inteo yang sedang baca koran, Aporna yang menyiapkan makanan, dan Robson yang sedang menghisap cerutu.

Inteo : "Pemerintah sekarang makin kaco aja." (sambil membaca koran Infinity Souths).

Koran Infinity Souths adalah salah satu koran ternama dan terpercaya. Dalam koran tersebut, kita bisa menemukan berbagai macam berita dari seluruh dunia. Beberapa berita yang terdapat pada koran hari ini yang dibaca Inteo antara lain tertangkapnya Drill si bor, gosip tentang seorang model bernama Shelly yang diduga adalah seorang penjahat, serta berita tentang dibentuknya tim Pemburu Air oleh Kepala Kepolisian Mana Utara, Sir Alex Tritagons.

Aporna tiba-tiba datang membawa hidangan.

Aporna : "Ini dia hidangannya, lasagna. Selamat menikmati." (ucapnya sambil menaruh hidangan di piring)

Robson : "Apa-apaan ini? Pasta lagi? Sudah kubilang aku benci pasta!"

Inteo : "Heh? Bukan spageti lagi?"

Aporna : "Yasudah, kalau tidak mau yah tidak masalah. Lagipula bahan makanan yang ada di dapur cuma pasta."

Robson : "Ini pasti ulah si tua bangka itu. Lain kali, jangan suruh si kakek tua bodoh itu belanja di supermarket. Oh yah, dimana Kyle?"

Inteo : "Kau ingat? Dia pergi ke Xeron Xorp, bodoh!"

Robson : "Apa kau bilang anak kecil?"

Inteo : "Bodoh. Oh yah, jangan panggil aku anak kecil. Ingat yah, Tuan Inteo, Tuan Inteo."

Robson : "Cih, yasudah, dimana si tua bangka itu sekarang?"

Aporna : "Oh, Adruga? Dia sedang pergi ke supermarket, hehe."

Robson : "Jiyaah, pasti dia beli pasta lagi."

Beralih ke suatu tempat, tempat yang sangat ramai dengan teriakan para pedagang. Pasar yang masih ramai meski sudah pukul 12 malam. Terletak di Kota Sephyr, Mana Utara, pasar ini bernama Pasar Marina. "Apel segar! Apel segar! Anggur manis! Aneka buah-buahan segar nan manis ada disini!", teriak seorang pedagang buah yang memakai masker dan sarung tangan. "Belilah alat canggih ini tuan, alat ini bisa digunakan untuk mengangkat beban hingga berpuluh-puluh ton. Sangat berguna bagi Anda yang suka mengangkat barang berpuluh-puluh ton", dengan persuasif seorang pedagang peralatan menawarkan barang andalannya. Lalu, diujung sana terlihat sesosok orang aneh masuk ke daerah pasar. Seorang wanita berambut acak-acakan menutupi matanya yang menggunakan pakaian jubah yang mirip vas bunga. Semua orang memandanginya dengan heran. Seorang wanita yang sedang berbelanja berbisik pada wanita lain, "Lihat tuh, ada orang aneh.". "Baju apa itu? Aneh yah", balas si wanita yang dibisiki. Seorang perempuan berkata pada pedagang buah tadi, "Lihat tuh, model rambutnya kayak hikikomori no lep."

"Penjahat, penjahat, dimana kalian, aku akan memburu kalian", ucap si wanita aneh dalam hati beserta tawa anehnya, "Fufu". Seorang anak kecil yang melihat si wanita aneh tertawa berkata pada ibunya, "Mama, mama, ada orang gila ketawa aneh. Ibu sang anak kecil pun berkata, "Jangan dekat-dekat dia, ntar kamu ketularan gila.". Si wanita aneh berkata dalam hati, "Hmm, orang zaman sekarang hanya menilai orang dari penampilannya. Yah, tidak masalah sih, ini memang styleku.".

Sontak, si wanita aneh kaget dengan kegirangan. Sebagai pemburu hadiah, dia melihat target dari kejauhan di pasar. Ternyata, dia melihat Drip sedang berjalan dengan seorang perempuan. Rencananya yang pada awalnya hanya ingin berbelanja, berubah menjadi rencana pemburuan. Sedang, di ujung sana, Drip dengan baju hawai kuning bermotif bunga dan celana pendek merahnya berjalan santai dengan Shelly yang sedang menyamar, mengenakan baju putih lengan pendek, serta rok pendek putih, tidak lupa juga dia memakai kacamata, topi putih berpita biru, dan membawa tas kulit jinjing merek Flo. Shelly harus menyamar untuk menjaga nama baiknya sebagai model. "Fufu", tawa aneh si wanita aneh tadi melihat targetnya untuk hari ini karena kebetulan dia sedang butuh uang. "Rambut coklat itu, kacamata hitam itu, dan baju hawaii itu, fufu, target senilai 20 juta Lof aku datang, fufufufufu", ucapnya dengan tawa gilanya. Bersambung...

 Chapter 5 (Kerusakan Furnitur Bar)

No comments:

Post a Comment